JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Belasan Bus Tak Laik Jalan

Belasan Bus Tak Laik Jalan

1789
BAGIKAN
UJI LAIK JALAN-Petugas Dishubkominfo Kota Surakarta bersama Dishubkominfo Jateng menggelar Uji Laik Jalan armada angkutan umum di Terminal Tirtonadi, Rabu (6/3). Belasan bus terpaksa harus ditilang karena tidak bisa menunjukan kelengkapan izin operasional dan teknis. Joglosemar/Yuhan Perdana
UJI LAIK JALAN-Petugas Dishubkominfo Kota Surakarta bersama Dishubkominfo Jateng menggelar Uji Laik Jalan armada angkutan umum di Terminal Tirtonadi, Rabu (6/3). Belasan bus terpaksa harus ditilang karena tidak bisa menunjukan kelengkapan izin operasional dan teknis. Joglosemar/Yuhan Perdana

BANJARSARI-Uji laik jalan bagi bus Antar-Kota Dalam Provinsi (AKDP), Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) dan angkutan pedesaan kembali digelar  di Terminal Tirtonadi, Rabu (6/3). Hasilnya, belasan armada bus tak lolos uji laik jalan.

Pantauan Joglosemar, sejumlah petugas memeriksa sedikitnya 36 bus. Di antaranya PO Rela, PO Rajawali, PO Langsung Jaya, dan PO Sugeng Rahayu. Belasan bus terpaksa harus ditilang karena tidak bisa menunjukkan kelengkapan izin operasional dan teknis.

Bus milik PO Gaya Putra, ditemukan pemakaian ban depan vulkanisir. Sedangkan, bus PO Rukun Sayur juga memakai ban depan vulkanisir. Bahkan, karena dianggap membahayakan penumpang di jalan, ban belakang bus tersebut harus diganti. Karena rodanya tidak memenuhi persyaratan teknis.

Kabid Lalu Lintas, Dishubkominfo Solo, Sri Baskoro, mengatakan, uji laik jalan di Terminal Tirtonadi kemarin, diselenggarakan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo dan Dishubkominfo Jawa Tengah.

Para petugas, memeriksa satu per satu bus yang keluar dan masuk terminal. Bus yang terbukti melanggar izin operasional, langsung dijatuhkan sanksi tilan. Bahkan sanksi terberat, bus tersebut bisa dikandangkan.  “Saat ini, kami mengadakan uji laik jalan lagi mulai pukul 13.00-15.30 WIB. Ada belasan bus yang tidak laik jalan,” ujar Baskoro, Rabu (6/3).

Ia tidak memungkiri, dalam setiap sesi uji laik jalan atau KIR masih ditemukan armada bus yang tidak layak dioperasikan. ”Pada uji KIR, pekan lalu ada satu bus yang harus dikandangkan. Pengemudi bus itu, dilarang beroperasi lagi karena armadanya sudah tidak laik jalan,” paparnya.

Meski demikian, masih ada bus yang saat ini kondisinya bagus. Karena, pengelola Perusahaan Otobus (PO) berlomba menyajikan layanan transportasi yang bagus. Untuk uji KIR kali ini, dia berharap seluruh bus yang keluar dan masuk dari Kota Solo melalui Terminal Tirtonadi dalam kondisi laik jalan. ”Minimal, setiap pengemudi bus harus perlu melengkapi surat administrasi seperti Surat Izin Mengemudi hingga kartu pengawasan,” imbuh dia.

Selain itu, mereka juga wajib melengkapi fasilitas pendukung lainnya. Seperti alat pemecah kaca, tabung pemadam api,  dan roda cadangan.  ”Sudah ada imbauan resmi dari Dishubkominfo Jawa Tengah. Jadi, mulai saat ini akan diperketat lagi dari periodik enam bulan sekali menjadi sebulan dua kali. Lokasinya di terminal tipe A seperti Tirtonadi,” terangnya.

Kepala Unit Pelaksana Perhubungan (UPP), Dishubkominfo Jawa Tengah wilayah Surakarta, Djoko Widodo, menambahkan, uji laik jalan itu untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas seperti yang terjadi di Jawa Barat maupun Sumatra belum lama ini.

”Guna mengantisipasi kecelakaan seperti di kedua wilayah itu, maka kami mengadakan operasi di Solo dengan memeriksa ketat perlengkapan teknis dan administrasi. Apalagi, selama ini kecelakaan bus mayoritas disebabkan rem blong dan itu sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” katanya. Fariz Fardianto