JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Belasan Incumbent Kembali Berguguran

Belasan Incumbent Kembali Berguguran

182
BAGIKAN

BOYOLALI- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serempak tahap II di 95 desa kembali diwarnai dengan banyaknya calon incumbent  yang gugur. Namun pada Pilkades serempak kali ini tidak ada bumbung kosong yang menang, semua calon tunggal mampu memenangi suara warga desa masing-masing.

Setidaknya ada sebanyak 14 calon incumbent  yang gagal memenangi Pilkades serempak tahap II kali ini. Pasalnya, dari 66 calon incumbent hanya 52 incumbent yang terpilih kembali. Susilo Hartono, Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Boyolali, Kamis (28/3) mengatakan total jumlah incumbent yang gagal terpilih kembali menjadi kepala desa sebanyak 38 calon. Pasalnya, pada Pilkades serempak pertama 20 Maret kemarin, sebanyak 24 incumbent yang gagal menjadi kepala desa lagi.

Terkait banyaknya calon incumbent yang gagal terpilih, Bupati Boyolali Seno Samodro menilai masyarakat saat ini semakin cerdas. Tuntutan masyarakat memilih calon yang dinilai lebih berkualitas, tanggap dan kreatif membangun desa.

“Tenyata menjadi Kades tidak cukup hanya rajin jagong  atau jadi  atur pambagyo saja, tetapi masyarakat menghendaki adanya trobosan untuk membangun desa,” kata Bupati.

Meski banyak incumbent yang gagal, namun pada Pilkades serempak kedua kemarin seluruh calon tunggal mampu memenangi bumbung kosong. Selain itu, selama gelaran Pilkades serempak tahap pertama dan kedua, sejumlah calon perempuan juga membuktikan layak memimpin sebagai Kades.

Sebanyak sembilan calon perempuan yang terpilih menjadi Kades pada Pilkades tahap pertama. Sementara pada Pilkades serempak kedua, sebanyak 10 calon perempuan yang menang. Sehingga total terdapat 19 calon perempuan yang berhasil memenangi Pilkades serempak di Boyolali. “Keterwakilan perempuan cukup tinggi, dan ternyata mereka juga mampu memenangi suara rakyat,” ungkap Susilo.

Diakuinya, selama Pilkades serempak berlangsung juga masih diselingi gesekan. Bahkan pada Pilkades tahap kedua, suhu persaingan lebih hangat di beberapa desa. Namun gesekan-gesekan tersebut berhasil diredam sehingga tidak sampai muncul bentrokan antar pendukung.

Ario Bhawono