Benda Mirip Bom di Pabelan: Hanya Rangkaian, Tanpa Bahan Peledak

Benda Mirip Bom di Pabelan: Hanya Rangkaian, Tanpa Bahan Peledak

529

Rangkaian yang dimaksud antara lain kabel, antena, tombol on-off , dan aki.

DIDUGA BOM--Sejumlah anggota Brimob dari Detasemen C Pelopor Surakarta memeriksa tas yang diduga berisi bom yang ditemukan di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (26/3). Tas tersebut berisi aki kering, kabel-kabel, antena dan rangkaian elektronik. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
DIDUGA BOM–Sejumlah anggota Brimob dari Detasemen C Pelopor Surakarta memeriksa tas yang diduga berisi bom yang ditemukan di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (26/3). Tas tersebut berisi aki kering, kabel-kabel, antena dan rangkaian elektronik. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

SUKOHARJO- Benda diduga bom yang ditemukan di Pabelan, Kartasura, ternyata hanya rangkaian tanpa bahan peledak. Hal itu diketahui setelah dilakukan penelitian oleh tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Detasemen C Pelopor Surakarta. Sejauh ini, tiga saksi telah diperiksa.

“Setelah diurai oleh Jihandak, ternyata di situ tidak ada bahan peledak di tas itu. Petugas hanya menemukan rangkaian bahan peledak,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari, Rabu (27/3).

Rangkaian yang dimaksud antara lain kabel, antena, tombol on-off , dan aki. Sedangkan pemicu bahan peledaknya, tidak ditemukan di tas hitam yang diletakkan di semak belukar lahan kosong di depan SPBU Pabelan, Kartasura tersebut.

Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan jenis rangkaian bom tersebut. Pasalnya, saat ini barang bukti masih berada di Markas Brimob Detasemen C Pelopor Surakarta. Dirinya menegaskan, keberadaan tas dan isinya di Markas Brimob,  lantaran Polres Sukoharjo tidak memiliki keahlian dalam bidang tersebut. “Tapi kami sudah melaporkan masalah ini ke Polda Jateng,” imbuhnya.

Baca Juga :  Upacara HUT ke-72 RI dan ke-51 Sritex, Wujudkan Karya Indonesia untuk Dunia

Untuk mengetahui motif diletakkannya benda itu, Polres Sukoharjo telah meminta keterangan dari tiga saksi. Yakni penjual bakso bernama Suroso, tukang batu Sugiyanto, dan seorang warga lainnya, Sarjono. Meski demikian, pihaknya masih menelusuri siapa yang sengaja meletakkan tas hitam itu di sana. Disinggung mengenai penuturan saksi yang melihat dua mobil yang berhenti di lokasi penemuan tas, dirinya enggan mengomentari lebih jauh. “Kita tidak berdasar pada ‘kataya’ tapi lebih ke fakta,” ujar dia.

Di sisi lain, Ade belum bisa memastikan apakah aksi ini ada hubungannya dengan terorisme. Pertimbangannya, belum ada saksi yang mengarah ke sana dan saat ini masih dalam penyelidikan.

Baca Juga :  Manfaatkan Momen Tirakatan untuk Refleksi Kinerja Pemerintahan

Wakapolres, Kompol Amingga Meilana Primastito menambahkan, pihaknya masih menjalin komunikasi dengan Brimob Detasemen C Pelopor Surakarta. Ketika ditanya kapan masalah ini bisa terungkap, dirinya belum bisa menyebutkan. “Kasus ini juga ditangani oleh Polda, jadi kita jalin kerja sama. Kalau soal waktu, ya belum bisa disebutkan. Kami masih melakukan penyelidikan,” katanya lagi.

Sebelumnya, warga digemparkan dengan penemuan tas hitam yang diduga berisi bom di Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Selasa (26/3) siang. Saksi mengatakan benda tersebut diduga diletakkan oleh dua orang mengendarai mobil sedan dari arah barat (Kartasura) menuju timur arah Solo. Benda mencurigakan itu letaknya tepat di depan SPBU Pabelan, Sukoharjo.

Murniati

BAGIKAN