JOGLOSEMAR.CO Foto Benda Mirip Bom Gegerkan Pabelan

Benda Mirip Bom Gegerkan Pabelan

319
BAGIKAN

SUKOHARJO- Tas hitam yang diduga berisi rangkaian bom, menggegerkan warga Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (26/3) siang. Benda tersebut diletakkan oleh dua orang yang mengendarai mobil sedan dari arah barat (Kartasura) menuju timur (Solo).

Benda mencurigakan itu diletakkan di antara semak-semak di sebuah kebun kosong, tepat di seberang SPBU Pabelan yang berada di jalur utama Kartasura-Solo.

Seorang saksi mata, Sarjono (67) mengaku sekitar pukul 10.00 WIB, dirinya melihat dua mobil jenis Toyota Avanza dan sebuah sedan berhenti di tempat kejadian. Kedua mobil itu menggunakan pelat nomor B, kode Jakarta. Sayang, ia tak sempat mencatat secara lengkap pelat nomor itu.

“Dua mobil melaju dari arah barat menuju timur berhenti. Dua orang laki-laki di mobil sedan keluar dan meletakkan tas hitam. Setelah itu, dua orang mengendarai mobil sedan melaju ke timur, namun akhirnya memutar ke arah barat lagi,” kata warga Jalan Ahmad Yani Nomor 251 RT 3/ RW I Pabelan, Kartasura itu kepada Joglosemar.

Penasaran, Sarjono pun meminta salah seorang anggota keluarganya untuk mengambil tas itu. Ketika dibuka, ia menemukan di dalamnya terdapat rangkaian benda seperti aki berlakban dan ada sambungan kabelnya. “Saya pun curiga dan menyuruh keluarga saya untuk mengembalikan tas itu ke tempat semula,” ujar lelaki yang menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan itu.

Mengetahui ada yang janggal, dirinya meminta menantunya bernama Priyanto untuk melapor ke Polsek setempat. Mengetahui adanya laporan, pihak kepolisian langsung mensterilkan lokasi tersebut dengan memasang police line.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari melalui Wakapolres, Kompol Amingga Meilana Primastito menyatakan, pihaknya baru mendapatkan laporan sekitar pukul 13.00 WIB. setelah mendapatkan informasi mengenai bom, Polres langsung berkoordinasi dengan Brimob Detasemen C Pelopor Surakarta. Alhasil, tim penjinak bom langsung menuju ke lokasi penemuan tas mencurigakan itu.

“Saat berada di lokasi kejadian, kami sempat melihat tas itu. Di dalamnya ada benda mirip antena dan kabel. Oleh karena itu, kami langsung berkoordinasi dengan Brimob dalam hal ini tim Penjinak Bahan Peledak  (Jihandak),” katanya.

Amingga memperkirakan, benda itu digunakan untuk meneror masyarakat. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah tas itu berisi bom atau bukan. Alasannya, barang bukti itu dibawa ke markas Brimob Detasemen C Pelopor Surakarta untuk diteliti. “Kami belum mendapatkan laporan mengenai isi tas itu,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Komandan Brimob Detasemen C Pelopor Surakarta AKBP Sudiyana menyatakan belum bisa memastikan isi tas itu. Pihaknya masih akan meneliti apakah barang itu benar bom atau bukan. Kendati demikian, pihaknya memastikan hari ini sudah bisa diketahui. “Belum bisa dipastikan, ini masih kami teliti. Yang jelas, hari ini sudah ada kepastian,” katanya.

Kejadian tersebut langsung mengundang perhatian ratusan warga, baik dari masyarakat sekitar maupun pengguna jalan Ahmad Yani. Guna mensterilkan area tersebut, Polres Sukoharjo menutup Jalan Ahmad Yani menuju arah Kartasura (barat) mulai dari Carefour hingga barat SPBU Pabelan.

Sementara saat dihubungi Selasa malam, AKBP Sudiyana menolak memberikan penjelasan terkait hasil pemeriksaan isi tas yang ditemukan. Ia berdalih agar tidak terjadi perbedaan pernyataan. “Langsung tanya ke Wakapolres Sukoharjo saja,” kata Sudiyana. Murniati | Ari Purnomo