Benih Bawang Merah Melambung Tinggi

Benih Bawang Merah Melambung Tinggi

580
CABUT BAWANG-Sulami, petani bawang merah warga Desa Sukabumi Kecamatan Cepogo tengah mencabuti tanaman bawang yang mulet karena cuaca kabut, Selasa (19/3). Joglosemar|Ario Bhawono
CABUT BAWANG-Sulami, petani bawang merah warga Desa Sukabumi Kecamatan Cepogo tengah mencabuti tanaman bawang yang mulet karena cuaca kabut, Selasa (19/3). Joglosemar|Ario Bhawono

BOYOLALI- Kenaikan harga bawang merah di pasaran ternyata tidak dinikmati sepenuhnya petani bawang di Boyolali. Pasalnya, kenaikan harga juga berimbas pada kenaikan harga benih. Saat ini harga bawang merah di tingkat petani mencapai Rp 40.000 per kilogram. Sebelum lonjakan harga terjadi, harga bawang merah hanya di kisaran Rp 5.000- Rp 10.000 per kilogram.
“​Ya baru kali ini lonjakannya luar biasa,” tutur Sulami (43), petani bawang merah warga Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo, Selasa (19/3). Awalnya petani merasa senang lantaran harga bawang merah naik. Apalagi saat itu sudah memasuki musim panen. Menurut Sulami, saat dia panen harga bawang merah mencapai Rp 16.000 per kilogram. Saat itu keuntungan besar pun terbayang, apalagi Sulami berhasil panen sekitar tiga kuintal bawang merah.
Namun kegembiraan tak bertahan lama, karena saat musim tanam kembali harga bibit bawang merah juga ikut naik. “Untung saya menyisihkan hasil panen kemarin untuk benih, kurang-kurangnya ​ya terpaksa beli. Dan harga beli benih bawang merah ini sama dengan harga jual bawang merah,” kata dia.

Baca Juga :  Universitas Boyolali Bagikan Bibit Pohon Produktif

Kondisi ini membuat petani cemas, pasalnya sekarang harga bawang mulai turun. Meski demikian mereka tidak mampu berbuat banyak lantaran ladang harus segera ditanami kembali. Sehingga, meski harga benih mahal tetap saja mereka harus menanam kembali. Kondisi ini membuat petani bawang merah tidak menikmati langsung kenaikan harga bawang yang fantastis beberapa waktu lalu.
Kondisi ini juga diperparah dengan cuaca yang buruk, yakni curah hujan tinggi dan seringnya berkabut. Curah hujan tinggi menurut Sulami membuat benih bawang yang ditanam rentan busuk umbinya.

Selain itu, cuaca berkabut juga membuat daun tanaman bawang merah mulet dan menjadikan tanaman kurang bagus karena tidak berbuah. “Hujan masih tinggi dan sering berkabut, jadinya kurang bagus buat tanaman karena kalau tidak busuk ​ya tidak keluar buah atau umbinya,” jelas Sulami.
Selain kondisi cuaca, serangan hama pun tak kalah ganasnya. Cuaca panas dan hujan membuat tanaman sayur-sayuran mudah terjangkit jamur. Belum lagi serangan belalang, lalat, serta ulat, juga membuat petani was-was, mereka khawatir musim ini akan gagal panen.

Baca Juga :  300 Relawan Isi Kelas Inspirasi Boyolali

Serangan hama akar bendol yang marak terjadi akhir-akhir ini semakin membuat petani khawatir.
Di Desa Jrakah Kecamatan Selo saja, setidaknya sudah lima hektar lahan sayuran, termasuk bawang merah yang terserang hama ini. Akibatnya kegagalan panen pun membayangi para petani.
“Di sini saja, hama sudah menyerang  lima hektar lahan, belum di desa-desa yang lain,” ungkap Marni Suroso, Kadus III Desa Jrakah. Kecemasan para petani cukup beralasan mengingat hingga saat ini petani belum mengetahui cara mengantisipasi serangan hama tersebut. Sehingga, tanaman yang terserang terpaksa dicabut dan dimusnahkan. Ario Bhawono

BAGIKAN