JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Bentrok TNI vs Polisi di OKU Terpicu Karena Emosi

Bentrok TNI vs Polisi di OKU Terpicu Karena Emosi

693

Panglima TNI: Tentara Datang Karena Emosi

MAPOLRES OKU DIBAKAR
MAPOLRES OKU DIBAKAR

JAKARTA-Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyatakan kesejahteraan prajurit kini sudah lebih baik. Oleh karena itu, menurutnya bentrokan yang terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, harus ditelusuri apa penyebab sesungguhnya untuk mencegah bentrokan serupa terulang kembali di kemudian hari. “Saat ini pun TNI kesejahteraannya sudah baik, tetapi ada hal lain yang harus dipelajari yang mungkin nanti kita akan cari terus mengarah ke pembinaan lapangan,” ujar Agus di Bandara Halim Perdana Kusumah, seperti dikutip Vivanews, Sabtu (9/3).

Dalam pandangannya, penyerangan terhadap Mapolres OKU oleh puluhan anggota Batalyon Armed 15/105 TNI Tarik Martapura dilatarbelakangi kekecewaan atas penanganan kasus Pratu Heru Oktavinus, anggota Batalyon 15/105, yang tewas ditembak mati oleh anggota Polisi Lalu Lintas Polres OKU Brigadir Wijaya saat terlibat perkelahian di Desa Sukajadi, OKU, pada 27 Januari, lalu. “Mereka datang karena emosi, ketidakpuasan, sehingga melakukan perusakan,” kata Agus.

Oleh karena itu, menurut Agus, masalah yang sebenarnya pada kasus ini harus diketahui dengan baik dan mendapat penanganan serius. “Selama kita masih memahami setiap manusia punya masalah, tinggal bagaimana kita harus mengelola masalah sehingga tidak terjadi kerusakan,” kata Agus.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, menyatakan pelayanan terhadap masyarakat tak boleh terganggu oleh kasus penyerangan Mapolres OKU, Sumatera Selatan. Kantor polisi yang rusak akan segera dibangun dan diperbaiki kembali agar pelayanan terhadap masyarakat tidak berhenti. “Bapak KSAD sudah membantu sepenuhnya bersama gubernur untuk membangun kantor lagi, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Artinya, masyarakat jangan dirugikan berkaitan dengan kejadian ini,” ujar Timur.

Segala hal untuk penyelesaian kasus itu, menurut Timur, sedang dipersiapkan oleh tim investigasi gabungan POM TNI dan Polri. “Karena penegakan hukum harus ditegakan. Baik yang menyangkut kejadian awal, menyangkut Polri yang tertembak itu terus berlanjut. Berkas sudah ada di kejaksaan kemudian nanti akan transparan dalam proses persidangan,” kata Timur.

Khusus mengenai penyebab bentrokan itu, menurut Timur, tim investigasi sedang melakukan penyelidikan lebih jauh. “Sekarang sedang didalami. Yang namanya anak buah itu kan gampang terprovokasi, tapi bagaimana seorang pimpinan di lapangan bisa meredam. Apapun akan dilakukan penyelidikan,” kata Timur.

Eko Susanto

BAGIKAN