JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Beredar Tulisan diFacebook Kronologis Penyerangan LP-Cebongan

Beredar Tulisan diFacebook Kronologis Penyerangan LP-Cebongan

554
BAGIKAN

screenshot fb cebonganJAKARTA-Komnas HAM memberi apresiasi langkah TNI AD yang membentuk tim investigasi kasus penyerangan LP Cebongan, Sleman. Komnas HAM berharap tim investigasi TNI bisa bekerja sesuai harapan publik. “Ya bagus, tapi kita lihat nanti,” kata Ketua Komnas HAM Siti Nurlaela saat dikonfirmasi, Sabtu (30/3).

Komnas HAM juga sudah menurunkan tim dan melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi. Hasilnya belum pada sampai tahap kesimpulan. Tim Komnas HAM juga siap bekerja sama dengan tim investigasi TNI, untuk tukar menukar informasi. “Kita koordinasi,” imbuhnya.

Rencananya, Senin (1/4), besok, Komnas HAM akan meminta informasi ke TNI dengan menghadirkan Pangdam IV/Diponegoro, Danramil dan Satuan Kopassus dari Kandang Menjangan, Surakarta. “Kita harap Senin nanti bisa mendapatkan keterangan, agar terang,” tuntasnya.

Sikap apresiasi juga ditunjukkan Polri, atas terbentuknya tim investigasi TNI AD. “Kita sangat apresiasi dan berterima kasih kepada pimpinan TNI,” jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus saat dikonfirmasi, Sabtu (30/3).

Dia menjelaskan, Polri pun siap berbagi informasi dan bekerja sama dalam mengusut dan menuntaskan kasus penyerangan LP Sleman yang menewaskan empat tahanan itu.

“Tentunya kita akan bekerja sama dan memberikan informasi apa saja kepada tim yang dibentuk, apabila ada indikasi keterlibatan anggota,” jelasnya.

Sementara itu, pihaknya tidak ingin kasus ini melebar ke mana-mana.  “Sebaiknya kita fokus kepada pengungkapan kasus pembunuhan empat tahanan lapas dulu ya, tidak usah bias kemana-mana,” kata Suhardi seperti dikutip Vivanews, Jumat (29/3).

Suhardi menyatakan hal ini terkait beredarnya sebuah catatan soal kasus penyerangan Lapas Sleman di jejaring sosial Facebook, sejak, Jumat (29/3), malam. Penulis mengatasnamakan, Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantan anggota Korps Speciale Troepen KNIL dan Komandan Kopassus Pertama. Diduga ini nama samaran. Akun facebook tersebut baru dibuat Jumat.

Catatan itu berisi cerita dibalik kasus penembakan yang diduga terkait kartel narkoba di lingkungan polisi sendiri. Dalam catatan tersebut, penulis menjelaskan soal kronologi penyerangan Lapas yang berbeda dari yang dimuat media massa. Dalam catatan penulis, keterangan yang dilansir Polda DIY terdapat banyak kejanggalan, seperti pemecatan Bripka Juan dari kepolisian berlangsung singkat dan langsung dipindahkan ke Lapas Sleman, dan tidak tuntasnya penyidikan polisi terhadap kasus pengeroyokan Serka Santoso di Hugos Cafe.

Dalam analisisnya, penulis menyatakan Kopassus tidak menggunakan senapan SS-1 Pindad dan AK-101 yang diduga digunakan para penyerang untuk mengeksekusi para tersangka pengeroyokan Serka Santoso.

Catatan tersebut juga memuat foto korban pascapenembakan dan berbagai analisa arah tembakan serta luka-luka korban. Per pukul 23.55 WIB, catatan tersebut telah dishare 3.823 pemilik akun Facebook.

Menanggapi tulisan di facebook, Kabid Humas Polda DIY yang dikonfirmasi AKBP Anny Pudjiastuti sudah mengetahui soal isi facebook itu. Polda DIY membantah isi tulisan itu.

“Polda tetap fokus pada penyelidikan dan pendalaman kasus yang sudah ada,” jelas Anny.

Dia menjamin Polda DIY akan menangani kasus penyerangan LP Sleman hingga tuntas. “Dengan profesional,” tuntasnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan langsung menyelesaikan kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. “Jika tidak, maka rumor di masyarakat akan berkembang semakin jauh dan bisa mengakibatkan ketidakpercayaan kepada negara,” kata Akbar Tandjung seusai menghadiri acara ormas sayap PDIP, Baitul Muslimin Indonesia di Pancoran, Jakarta.

Detik | Eko Susanto