Bibit Maju Pilgub, Solo Galau

Bibit Maju Pilgub, Solo Galau

391

Masalah Cokro dan Pelantikan Wawali Tak Jelas

bibit - Sudijono2BALAIKOTA-Majunya Gubernur Bibit Waluyo dan Sekda Provinsi Jawa Tengah, Hadi Prabowo (HP) ke Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng, membuat urusan Solo terbengkelai.

Setidaknya, ada tiga masalah yang butuh campur tangan Provinsi. Namun, ketiganya, masih mengambang, karena Gubernur dan Sekda Provinsi mulai sibuk ke urusan Pilgub Jateng.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Solo, Budi Suharto mengakui tiga persoalan yang butuh campur tangan Provinsi hingga kini tak jelas. ”Melihat keduanya mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur (Cagub) Jateng, ketiga persoalan di Pemkot Solo terancam selesai lama,” kelih Budi, Rabu (13/3).

Budi merinci ketiga masalah itu. Pertama, masalah air Cokro yang melibatkan Pemkot Solo dan Pemkab Klaten. Awalnya, Provinsi berjanji menyelesaikannya, maksimal akhir Februari. Faktanya, kata Budi hingga kini masalah itu masih mengambang.

Masalah kedua, soal hasil seleksi pengisian kosongan pejabat Eselon II, sebanyak tiga orang. Hingga kini, keputusan Gubernur soal itu juga tak kunjung turun. ”Pastinya pencalonan keduanya (Bibit-HP) sangat mempengarugi Pemkot Solo. Yang bisa dilakukan Pemkot hanya memohon dan menunggu,” ujarnya.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Tingkatkan Kapasitas Produksi, Ciptakan Produk Baru

Andaipun, kedua pejabat itu nantinya digantikan sementara oleh pejabat pelaksana harian (Plh), Budi pesimistis, kebijakan yang diambil tidak sebaik pejabat difinitif. Oleh karena itu, permasalahan majunya Bibit Waluyo dan Hadi Prabowo itu, secara tidak langsung membuat poisisi Solo sulit.

”Kita sudah memohon pada mereka. Tetapi sekarang mereka dalam posisisi mengundurkan diri dari jabatannya. Akibatnya, kebijakan Pemkot yang berkaiatan dengan Provinsi jadi terhambat dan Pemkot Solo dirugikan,” paparnya.

Masalah ketiga yang masih menggantung, kata Sekda Budi, adalah nasib SK dan pelantikan Wakil Walikota Solo terpilih, Achmad Purnomo. Sejak hasil paripurna disampaikan ke Provinsi, ia mengaku belum tahu, apakah sudah disampaikan ke Menteri Dalam Negeri atau belum. Sebab, sudah beberapa pekan SK untuk Purnomo tak kunjung turun.

Baca Juga :  Rutan Tahanan Pamerkan Hasil Karya Warga Binaan

Adapun Seketaris DPRD (Sekwan) Solo, Toto Amanto, mengatakan, semestinya SK pelantikan Wawali Solo terpilih sudah turun minggu ini. Pasalnya, sejak pemilihan Wawali 27 Februari, sehari sesudahnya, yakni tanggal 28 Februari, DPRD mengirimkan permohonan SK ke Gubernur.  Dia mengaku tak tahu pasti, kapan Gubernur mengirimkan permohonan SK pelantikan Wawali ke Menteri Dalam Negeri. ”Kalau surat SK belum sampai ke DPRD, Sekwan tidak bisa mengagendakan jadwal pelantikan Wawali,” kata Toto.

Menurut Toto, lamanya SK pelantikan Wawali turun, secara tidak langsung akibat dari majunya Gubernur Bibit sebagai Cagub dalam Pilgub Mei nanti. Apalagi, pelantikan Wawali dilangsungkan oleh Gubernur Jateng. Praktis, pelantikan Wawali harus menyesuaikan agenda Gubernur.

Muhammad Ismail

BAGIKAN