BKD: Jika Ikut Kampanye, Rudy Harus Cuti

BKD: Jika Ikut Kampanye, Rudy Harus Cuti

243
pdip
Kampanye

BALAIKOTA-Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Solo, menegaskan, jika walikota terlibat dalam kampanye Pemilihan Gubernur Jateng (Pilgub), harus disertai izin cuti dulu.

Alasannya, meski Hadi Rudyatmo (Rudy) sebagai Ketua DPC PDIP Solo, jabatan Walikota Solo juga melekat padanya, selama 24 jam. Kepala BKD, Etty Retnowati, mengatakan, walikota harus izin cuti, jika memang ikut kampanye Pilgub.

Seperti diketahui, PDIP mengusung Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko sebagai Cagub dan Cawagub Jateng. Sedangkan posisi Rudy yang sebagai Ketua DPC PDIP Solo, punya tanggung jawab memenangkan pasangan itu.

Izin cuti itu, kata Etty, dibutuhkan agar pekerjaan yang terkait dengan kedinasan Pemkot bisa dilimpahkan ke pejabat lain, seperti Sekda Solo. ”Permohonan cuti tersebut nantinya akan diproses di Pemerintah Provinsi Jateng,” ujar Etty, Rabu (13/3).

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap di Mojosongo Ditarget Rampung Desember

Menurutnya, jabatan Walikota Solo melekat pada Rudy selama 24 jam, termasuk hari libur sekalipun. Untuk itu, agar Rudy fokus pada kampanye Pilgub, maka izin cuti seharusnya diajukan. Soal mekanisme pengajuan cuti, kata Etty, masih dikaji.

Kendati demikian, Etty mengaku tidak mendesak walikota untuk cuti. Terlebih, tahapan Pilgub baru sampai pada tes kesehatan Cagub dan Cawagub. Sedangkan penetapan calon resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi baru dilangsungkan April. ”Sampai saat ini, walikota belum berkonsultasi dengan BKD. Kalau butuh konsultasi, BKD akan membantu,” ucapnya.

Sementara itu terkait netralitas PNS dalam Pigub nanti, BKD tidak akan main-maian menindak tegas PNS yang terlibat langsung dalam politik di Pilgub Jateng. Oleh karena itu, semua PNS di lingkungan Pemkot Solo harus patuh aturan disiplin PNS. ”Alasan apapun apakah di luar jam kerja dan tidak mengenakan seragam PNS, jika statusnya masih PNS tetap melangar,” katanya.

Baca Juga :  Ratusan Siswa Sulap Sawah Kering di Seberang Kampus Unisri Jadi Lautan Merah Putih

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Suharso, mengatakan, atribut Cagub dan Cawagub sudah marak di  Solo. Pemasanganya sendiri banyak menyalahi aturan. Selain memanfaatkan pohon juga memanfaatkan fasilitas umum di tepi jalan.

”Pemasangan atribut di tempat seperti pohon, fasilitas umum sudah diatur dalam Perda. Maka dalam waktu dekat, kami akan koordinasi dengan KPUdan Panwaslu. Agar tim sukses menertibkan sendiri,” kata Suharso.

Muhammad Ismail

BAGIKAN