JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem

BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem

317
BAGIKAN
CUACA BURUK - Warga mengevakuasi pohon yang menimpa rumah di Dukuh Jagan, Desa Kurung, Ceper, beberapa waktu yang lalu. Joglosemar/Angga Purnama
Ilustrasi Cuaca Buruk

JOGJA– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta meminta masyarakat untuk mewaspadai dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada bulan ini. Cuaca ekstrem pada pertengahan Maret 2013 akan membawa potensi angin kencang, petir serta hujan lebat dengan durasi yang singkat.

Tony Agus Wijaya, Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menyatakan bulan Maret 2013 merupakan musim pancaroba menuju musim kemarau yang akan terjadi mulai April mendatang memiliki potensi memunculkan awan cumulonimbus yang memicu terjadinya cuaca ekstrem “Meskipun hujan sudah jarang-jarang dan hanya sebentar tapi volumenya cukup tinggi. Angin kencang juga sewaktu-waktu masih akan terjadi dengan kecepatan 40 hingga 60 kilometer (km) per jam,” urainya.

Meskipun kecepatan angin 40 hingga 60 km per jam tersebut masih tergolong sedang, dia mengatakan, akan tetap memiliki potensi menumbangkan pohon-pohon yang terlalu rimbun dan berusia tua. “Saya heran, meskipun sudah mengerti pohon-pohon yang rimbun serta memiliki usia tua rawan tumbang, masih belum banyak kesadaran masyarakat untuk tergerak memangkasnya,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, sesuai pemantauan BMKG Yogyakarta, musim pancaroba juga memicu tinggi gelombang laut selatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari ini mencapai tiga meter yang berarti telah melebihi batas normal gelombang laut. “Normal gelombang laut itu hingga dua meter, oleh karena itu dengan tinggi telah mencapai tiga meter maka perlu menjadi kewaspadaan para nelayan sekaligus masyarakat yang beraktivitas di sekitar pinggiran laut,” ungkapnya.

Antara