Bongkar Muat di Pasar Legi Picu Macet

Bongkar Muat di Pasar Legi Picu Macet

738
Pasar Legi Solo Joglosemar/Budi Arista Romadhoni
Pasar Legi Solo
Joglosemar/Budi Arista Romadhoni

BANJARSARI-Tingkat kemacetan lalu lintas  di Jalan S Parman atau depan Pasar Legi, semakin parah. Hal itu dipicu banyaknya truk bermuatan sayur dan buah yang bongkar muat di ruas jalan itu.

Hartono, (27), salah seorang pengendara yang melintas di Jalan S Parman, mengatakan, kemacetan lalu lintas paling parah di lokasi itu terjadi pada pagi dan sore hari. Ia menyebut, kepadatan kendaraan di Jalan S Parman sudah krodit, karena sebagian ruas jalan dipakai untuk aktivitas bongkar muat barang dagangan.

“Yang patut disayangkan, waktu bongkar muat sering dikerjakan setiap pagi dan sore hari. Bersamaan dengan waktu berangkat dan pulang kerja para pegawai kantor,” ujarnya, Kamis (28/3).

Parahnya, kemacetan pagi sering berlangsung hingga siang hari. Warga minta Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo secepatnya menertibkan sejumlah truk bermuatan sayur dan buah yang kerap bongkar muat di depan Pasar Legi.

Terpisah, Kepala Dishukominfo Solo, Yosca Herman Soedradjat, mengaku, sudah melayangkan peringatan kepada para pemilik truk yang bongkar muat di Pasar Legi. “Kita sudah memperingatkan mereka. Karena memang kemacetan di Jalan S Parman sudah semakin parah dan mengganggu pengguna jalan setempat,” jelasnya.

Sebagai solusinya, pihaknya telah menyediakan lokasi parkir khusus bagi truk bermuatan besar di taman parkir Pasar Legi. ”Tapi, untuk sekarang belum bisa dimaksimalkan. Karena banyak digunakan untuk kendaraan pribadi,” imbuhnya.

Alternatif lainnya, arus lalu lintas bagi truk-truk tersebut akan dialihkan ke bagian utara pasar atau di dekat Monumen 45 Banjarsari.  Kata Yosca, Dishubkomunfo hanya akan membantu menertibkan kelancaran jalan saja, tanpa memindahkan tempat bongkar muat truk tersebut. Karena, sesuai dengan Undang-Undang, masyarakat tidak boleh menghambat distribusi bahan-bahan pokok.

Fariz Fardianto

BAGIKAN