Bupati Agus Diperiksa Kejati Selama 8 Jam

Bupati Agus Diperiksa Kejati Selama 8 Jam

430

Beberkan Misteri 22 Maret 2011

BUPATI SRAGEN - AGUS FATCHUR RAHMAN
BUPATI SRAGEN – AGUS FATCHUR RAHMAN

SRAGEN—Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman mengaku diperiksa selama delapan jam dan dicecar sebanyak 26 pertanyaan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng terkait penyidikan lanjutan kasus korupsi Kasda senilai Rp 11,2 miliar pada masa pemerintahan Bupati Sragen, Untung Wiyono. Selain mengaku tidak tahu menahu soal penempatan Kasda di BPR Djoko Tingkir, ia juga membeberkan bahwa drama korupsi Kasda yang sesungguhnya bisa dicermati dari dua kejadian pada tanggal 22 dan 24 Maret 2011.

Agus mengungkapkan, diperiksa oleh penyidik Kejati, Senin (11/3) mulai pukul 08.30 sampai 16.30 WIB. Dirinya dicecar 26 pertanyaan yang intinya menanyakan seputar pengetahuannya soal penempatan kasda dan pinjaman atas nama Koeshardjono, Srie Wahyuni, Adi Dwijantoro, serta sejumlah pejabat di BPR Djoko Tingkir.

Mendapat pertanyaan itu, Agus menjawab meski menjabat wakil bupati selama 10 tahun, ia sama sekali tidak tahu menahu proses penempatan Kasda maupun pinjaman itu. Menurutnya, persoalan penempatan Kasda baru diketahuinya dari pengakuan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Koeshardjono yang datang ke kediamannya pada tanggal 22 Maret, atau dua hari setelah Pilkada Sragen.

“Tanggal 22 Maret itu saya masih ingat. Baru pertama kali dan seumur hidup, Pak Koes tiba-tiba datang ke rumah saya. Saat itu ia menerangkan soal problem Kasda di BPR Joko Tingkir. Saya bilang ke BPR Djoko Tingkir, Koes dan Yuni, rampungono kasus Kasda sebelum 5 Mei. Tapi sampai tanggal 3 Mei, Yuni dioyak malah menghilang seharian. Akhirnya sampai dilantik belum ada penyelesaian,” ujarnya saat ditemui di sela-sela peresmian gedung perpustakaan daerah (Perpusda) Sragen, Rabu (13/3).

Baca Juga :  Innalilahi, Kakek Buruh Pecah Batu yang Dikenal Pekerja Keras, Ditemukan Tewas Mendadak di Ladang Sambirejo Sragen

Pengetahuannya tentang misteri pembobolan Kasda semakin jelas ketika dirinya diundang pertemuan di ruangan Bupati Untung Wiyono tanggal 24 Maret yang juga dihadiri Koeshardjono, Srie Wahyuni, dan beberapa nama lain. Dari pertemuan inilah, dirinya baru bisa menarik kesimpulan bahwa tokoh yang mengetahui penempatan Kasda, pinjaman, dan penggunaan uangnya hanya Untung Wiyono, Koeshardjono, dan Srie Wahyuni.

“Di luar orang yang berkaitan langsung dengan pinjaman itu memang tidak ada yang tahu. Kepada penyidik juga saya sampaikan, secara prinsip saya memang tidak tahu menahu kalau ada cash collateral (jaminan tunai) di Pemkab,” urainya.

Agus mengatakan Senin lalu dirinya dipanggil dalam kapasitas sebagai saksi. Mengenai kemungkinan pemanggilan selanjutnya, ia tidak tahu menahu. Terkait keterangannya, ia pun siap untuk dikonfrontasi dengan Untung Wiyono, Koeshardjono, dan Srie Wahyuni yang sudah divonis korupsi dan saat ini mendekam di penjara. “Biar nanti pengadilan yang memutuskan,” tandasnya.

Baca Juga :  Pertarungan Kursi Ketua DPC PDIP Sragen. 5 Calon Ketua Diajukan ke DPP Dengan Catatan. Ini Penyebabnya

Terkait aliran dana dari Koeshadrjono, Agus tidak menampik jika dirinya pernah menerimanya. Namun uang yang diterimanya adalah kas bon pribadinya selaku wakil bupati kepada Koeshardjono yang berposisi Sekda. Ia tidak pernah mempersoalkan atau menanyakan sumber duitnya dari mana. Sebab sepengetahuannya, wakil bupati memiliki pos anggaran di APBD dan secara otomatis bon pribadinya itu dipotongkan dari pos-pos anggaran untuk wakil bupati. “Tapi ternyata itu tidak dilakukan oleh Koeshardjono. Kalau mereka buat kesaksian seperti itu dan kapan-kapan saya dikonfrontir dengan mereka, saya juga amat sangat siap,” tegasnya.

Terpisah, Humas Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni yang mengatakan pengusutan kasus korupsi Kasda Sragen memang masih terus dilakukan. Beberapa nama sudah beberapa kali diperiksa di Kejati Semarang untuk dimintai keterangan. Termasuk, Mantan Kepala DPPKAD, Adi Dwijantoro yang kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Wardoyo

BAGIKAN
  • Drajad HS

    Duite nggo opo yaa…?