JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Bupati: Pejabat dan Masyarakat Harus Tenang

Bupati: Pejabat dan Masyarakat Harus Tenang

324
Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman
Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman

SRAGEN—Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman meminta pejabat dan masyarakat Sragen tetap tenang menghadapi dinamika drama skandal korupsi Kasda Sragen yang kembali menyeret dua tersangka baru, mantan Dirut BPR Joko Tingkir, Widodo dan eks Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Adi Dwijantoro. Sementara, sejumlah kalangan berharap kasus Kasda ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pejabat agar tidak asal menjalankan perintah atasan terutama yang tidak benar.

Ditemui di sela-sela menerima kunjungan Menteri Koperasi UKM, Syarief Hasan, Jumat (22/3), Agus meminta semua jajaran pejabat dan masyarakat tetap tenang dan menghormati perkembangan penanganan kasus tersebut. Menurutnya, apa yang saat ini terjadi dari kasus Kasda tak lepas dari ekses kesalahan yang pernah dilakukan oleh rezim pemerintahan sebelumnya.

Ia juga berharap kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Agus juga mengaku tidak risau kendati namanya sempat disebut-sebut atau diseret dalam kasus tersebut. Sebaliknya, ia mengajak semua masyarakat untuk tetap fokus melanjutkan program pembangunan Sragen. “Saya tenang saja. Yang penting saat ini, bagaimana menggelorakan semangat untuk Gereget Mbangun Sukowati (Gerbang Sukowati),” ujarnya.

Senada, Direktur BPR Joko Tingkir, Surono Hadi memastikan informasi penetapan mantan Dirut sebagai tersangka, sama sekali tidak mempengaruhi kondisi BPR Joko Tingkir. “Alhamdulillah, kondisi BPR kami saat ini masih lancar dan normal. Sama sekali tidak terpengaruh. Masyarakat dan nasabah juga tetap tenang karena memang tidak terjadi apa-apa,” tegasnya via telepon.

Di sisi lain, mantan anggota DPRD Sragen periode 1999-2004 yang juga pelapor kasus Kasda, Rus Utaryono berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bahwa tidak setiap perintah atasan itu harus dilaksanakan. Menurutnya, drama korupsi Kasda sebenarnya hanya tanggung jawab pimpinan daerah dan Sekda yang kala itu diyakini merancang semua kebijakan penempatan Kasda maupun peminjaman kreditnya.

“Para staf yang ditetapkan tersangka itu sesungguhnya hanya menjalankan perintah. Tapi ternyata juga ikut kena. Saya rasa mereka hanya korban pemimpin yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.

Wardoyo

 

BAGIKAN