JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Cabuli Siswi SMP, Bandos Dibui

Cabuli Siswi SMP, Bandos Dibui

319
BAGIKAN

BOYOLALI -Dilaporkan karena telah mencabuli seorang siswi SMP warga Kecamatan Sambi, Bandi alias Bandos (24), warga Kecamatan Ngemplak, dibekuk petugas dan dijebloskan ke dalam tahanan. Dari pengakuan tersangka, dirinya melakukan perbuatan cabul tersebut tiga kali dalam sehari semalam.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasatreskrim AKP Dwi Haryadi mengungkapkan, saat ini kasus pencabulan tersebut masih ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Boyolali, Selasa (26/3). Kasat mengungkapkan, kasus pencabulan ini terjadi menyusul perkenalan tersangka, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kayu, dengan korban melalui SMS Februari lalu. Dari SMS tersebut tersangka mengajak bertemu korban hari Minggu (10/3) kemarin.

Tersangka dan korban kemudian bertemu di sebelah barat Masjid Ngembel, Kecamatan Nogosari. Tersangka kemudian memboncengkan korban dengan sepeda motor Yamaha Mio, dan mengajaknya ke sebuah Warnet untuk browsing.

Usai bermain internet, tersangka kemudian mengajak korban berputar-putar di sekitar Bandara Adi Soemarmo, dan kemudian mengajaknya ke Hotel Jonggrang, wilayah Colomadu, Karanganyar. Di hotel inilah, korban pun disetubuhi oleh tersangka satu kali.

Usai melakukan perbuatan cabul tersebut, tersangka mengajak korban makan dan ngobrol di sebuah warung. Dengan alasan hari terlanjut malam, sehingga korban kemudian diajak menginap di rumah tersangka. Lagi-lagi, korban kemudian disetubuhi tersangka hingga dua kali. Keesokan harinya, tersangka pun berangkat bekerja dan meninggalkan korban di rumahnya tanpa sepengetahuan keluarganya. Saat itulah, korban kemudian menghubungi pacarnya untuk minta dijemput.

Sementara itu pihak keluarga korban yang curiga, kemudian mendesak korban bercerita. Keluarga terkejut setelah mendengar pengakuan korban. Keluarga pun tidak terima dan langsung melaporkan kejadian itu ke polisi. “Dari laporan keluarga, tersangka kemudian kami tangkap dan diproses hukum lebih lanjut,” ungkap Kasat.

Selain menangkap tersangka, polisi juga menyita sejumlah Barang Bukti (BB) antara lain berupa dua handphone, serta pakaian yang dikenakan korban maupun tersangka saat kejadian.  Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 81 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Selain diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara, tersangka juga diancam denda hingga Rp 300 juta. Ario Bhawono