JOGLOSEMAR.CO Foto Cekcok, Suami-Istri Gantung Diri

Cekcok, Suami-Istri Gantung Diri

673
BAGIKAN

Diduga Suami Jerat Leher Istri

IDENTIFIKASI - Petugas Dokpol dan Inafis Polres Klaten melakukan identifikasi terhadap jenazah pasutri korban gantung diri di Dukuh Kaliwuluh Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang, Rabu (13/3). Joglosemar/Angga Purnama
IDENTIFIKASI – Petugas Dokpol dan Inafis Polres Klaten melakukan identifikasi terhadap jenazah pasutri korban gantung diri di Dukuh Kaliwuluh Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang, Rabu (13/3). Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Pasangan suami-istri, Alisih (30) dan Sri Rahayu (21), warga Dukuh Kaliwuluh Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang ditemukan tewas menggantung di kusen pintu kamar rumah keduanya, Rabu (13/3). Diduga sebelumnya suami melakukan penganiayaan terhadap istri sebelum gantung diri.

Dari informasi yang dihimpun Joglosemar, jenazah keduanya pertama kali diketahui oleh saksi Eko Sujarwanto (29) rekan kerja korban, Rabu (13/3) pagi. Sekitar pukul 08.00 WIB, Eko bermaksud mengambil kunci truk angkutan pasir yang biasa dioperasikannya bersama korban yang sehari-hari berprofesi sebagai truk galian C. Sesampainya di rumah korban, Eko mendapati rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.

Lantaran curiga, Eko mencoba menghubungi korban via handphone hingga beberapa kali tetapi tidak ada jawaban. Sesaat kemudian, Eko mencoba membuka pintu rumah dibantu tetangga korban, Dalisih (35) yang berdekatan dengan rumah korban. Namun, keduanya terkejut mendapati pasangan suami istri tersebut telah tergantung di kusen pintu kamar rumah yang berdekatan dengan ruang tengah. Kedua korban tergantung pada syal sepanjang kurang lebih 1 meter yang menjerat leher keduanya. “Sebelumnya saya coba menghubungi, tapi tidak ada jawaban. Dipanggil-panggil juga tidak ada jawaban. Karena curiga, saya coba buka pintu dari luar dan ternyata di dalam sudah nggantung di pintu kamar,” paparnya.

Mengetahui peristiwa tersebut, ia lalu memberitahukan hal tersebut kepada tetangga dan melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kemalang. Petugas yang mendapatkan laporan tersebut segera menuju lokasi kejadian dan melakukan identifikasi terhadap jasad keduanya. Dari identifikasi petugas dari Dokpol dan Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polres Klaten diketahui pada jasad Alisih ditemukan ciri-ciri korban gantung diri. Ciri-ciri tersebut berupa pecahnya pembulu darah pada bola mata dan keluarnya air mani pada alat kelamin korban.

Kapolsek Kemalang, AKP Suyono, mengatakan kondisi tersebut diperkuat dengan adanya bekas jeratan pada pangkal leher dan lidah korban yang menjulur. Sementara pada korban Sri Rahayu, petugas curiga adanya unsur penganiayaan yang dialami korban sebelum tewas. “Jika dilihat dari ciri korban, diduga korban Sri Rahayu tewas dijerat dan bukan gantung diri seperti suaminya,” jelas Suyono.

Menurutnya, dugaan sementara Sri Rahayu dijerat dengan syal yang digunakan untuk menggantung keduanya. Hal ini dibuktikan dengan adanya bekas jeratan pada leher korban bukan pada pangkal leher sebelah atas. Dari keterangan saksi, sebelumnya kedua korban sempat cekcok. Hal tersebut diperkuat dengan adanya tumpukan pakaian dan tas besar seperti akan digunakan untuk kemas-kemas. “Kemungkinan peristiwa ini disebabkan oleh cekcok di antara keduanya hingga sang istri bermaksud untuk pergi dari rumah. Namun saat tengah menata baju, korban dijerat dengan syal,” paparnya. Angga Purnama