JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo CFD Juanda Kacau, Motor Berkeliaran

CFD Juanda Kacau, Motor Berkeliaran

539
BAGIKAN
Joglosemar/Abdullah Azzam PELANGGAR CFD MENINGKAT - Anggota Satuan Polisian Lalulintas (Satlantas) Polresta Surakarta menilang kendaraan yang nekat melintas di kawasan Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, Solo, MInggu (20/1).Satlantas Polresta Solo mencatat pelangaran car free day (CFD) di Jl Slamet Riyadi meningkat 25 persen dari minggu sebelumnya.
Joglosemar/Abdullah Azzam
PELANGGAR CFD MENINGKAT – Anggota Satuan Polisian Lalulintas (Satlantas) Polresta Surakarta menilang kendaraan yang nekat melintas di kawasan Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, Solo, MInggu (20/1).

JEBRES-Penerapan car free day (CFD) di Jalan Ir Juanda, tidak berjalan efektif. Buktinya, masih banyak sepeda motor bebas berseliweran di kawasan itu, Minggu (3/3).

Harusnya, ruas jalan itu bebas kendaraan bermotor mulai pukul 05.00-09.00 WIB. Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Soedrajad, mengatakan, pemberlakuan CFD di Jalan Slamet Riyadi dan Ir Juanda berbeda. Untuk yang di Slamet Riyadi difokuskan untuk masyarakat Solo dan warga luar Kota Solo.

Sedangkan di Jalan Ir Juanda hanya dimanfaatkan untuk warga sekitar wilayah tersebut. ”Karena pemanfaatannya yang berbeda itu tadi jadi jumlah petugas yang berjaga juga berbeda. Di Slamet Riyadi ada sekitar 70 petugas, di Juanda 15 petugas,” ujarnya.

Menurutnya, jalur pintu utama yang ditutup untuk CFD di Ir Juanda antara lain Jurug dan simpang besar lainnya. Karena keterbatasan personel tersebut, dalam pelaksanaannya Dishubkominfo bekerja sama dengan Linmas (perlindungan masyarakat) setempat untuk menutup wilayah tengah atau simpang – simpang kecil perkampungan di Jalan Ir Juanda.

Menanggapi banyaknya pelanggaran di CFD Jalan Juanda, yakni masih bebasnya sejumlah sepeda motor lewat, Yosca siap mengevaluasinya. Evaluasi itu juga jadi kesepakatan Dishubkominfo Kota Solo denqan Linmas setempat. Dalam kesepakatan itu, kendaraan yang boleh melintas hanya warga setempat yang mempunyai kepentingan khusus. ”Biasanya yang keluar di Jalan Ir Juanda itu yang dari bagian tengah atau masyarakat sekitar jadi diperbolehkan,” katanya.

Ronald Seger Prabowo