JOGLOSEMAR.CO Daerah Boyolali Corat Coret Dukungan Marak Jelang Pilkades

Corat Coret Dukungan Marak Jelang Pilkades

381
BAGIKAN

bumbung kosong-foto boyolaliBOYOLALI – Di tengah pelaksanaan Pilkades elektronik (e-voting) dan menjelang Pilkades serentak tanggal 20 dan 27 Maret mendatang, aksi corat-coret dukungan hingga pemasangan spanduk ajakan memilih bumbung atau gambar kosong marak dilakukan warga.

Corat-coretan dukungan diantaranya di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono. Coretan dukungan tersebut dilakukan di jalan aspal desa setempat, tepatnya di jalan Dukuh Tempel, Desa Jembungan. Isinya, menyatakan dukungan kepada salah satu calon yang maju dalam Pilkades.

Warga sendiri menyatakan tidak mengetahui siapa pelaku corat-coret di jalan umum tersebut. Menurut Gatot (18), warga setempat coretan tersebut ada sejak pagi hari. Diduga aksi corat-coret tersebut dilakukan pada malam hari. “Tidak tahu siapa yang mencorat-coret, kemungkinan dilakukan pada malam hari,” tutur Gatot, Rabu (6/3).

Sementara itu di lain desa, yakni Desa Bendan, Banyudono maupun Desa Ngesrep Kecamatan Ngemplak, sejumlah poster calon juga mewarnai gang-gang dan jalan desa setempat. Sedangkan di jalan masuk Desa/Kecamatan Banyudono juga terpasang spanduk yang bersikap netral, yang isinya penolakan warga terhadap politik uang.

Di Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali Kota juga diramaikan spanduk ajakan untuk memilih bumbung kosong atau gambar kosong. Tidak diketahui siapa pemasang spanduk serta puluhan pamflet tersebut. Menurut Marjoko, salah satu perangkat desa tersebut, spanduk dan pamflet tersebut sudah sekitar tiga hari ini terpasang. “Kami tidak tahu siapa siapa yang memasang, soalnya pemasangannya malam hari,” kata dia.

Sementara itu kerasnya persaingan menjelang Pilkades juga terjadi di Desa Tawangsari, Kecamatan Teras. Bahkan salah satu anggota tim sukses bakal calon setempat merasa diancam akan dibunuh dan nyaris dilemparkan ke sungai. Menurut Yayuk Supriyanti, sang bakal calon, mengatakan kasus ini sudah dilaporkan ke polisi.

Terpisah, Kabag Pemdes, Susilo Hartono meminta agar masyarakat tetap tenang dan menjaga suasana kondusif. Menurut Susilo, netralitas  petugas pilkades merupakan hal yang paling rawan. Terkait ini, pihaknya terus mengingatkan sejak dini supaya petugas Pilkades benar-benar netral. “Kami minta supaya masing-masing pihak selalu menjaga situasi tetap kondusif,” imbuh dia.

Ario Bhawono