Curi 4 Lovebird, Warga Klaten Ditangkap

Curi 4 Lovebird, Warga Klaten Ditangkap

460
MENCURI BURUNG- Suparno (tengah) beserta barang bukti penjualan dua ekor lovebird di ruang Panjura Mapolres Sukoharjo, Kamis (28/3). Joglosemar | Murniati
MENCURI BURUNG- Suparno (tengah) beserta barang bukti penjualan dua ekor lovebird di ruang Panjura Mapolres Sukoharjo, Kamis (28/3). Joglosemar | Murniati

SUKOHARJO- Suparno (30), warga Desa Telobong Delanggu, Klaten ditangkap jajaran Satuan Reskrim Polres Sukoharjo, Selasa (26/3). Pasalnya, ia dilaporkan Gunawan, warga Dukuh Siring, Sugihan, Bendosari, Sukoharjo, telah mencuri empat ekor burung jenis lovebird miliknya, Sabtu (23/3).

Di hadapan Polisi, Suparno mengaku niat mencuri itu tiba-tiba datang karena dirinya terbelit utang. Ia baru menjual sepasang burung dengan harga Rp 1,6 juta. “Rencananya, uang hasil penjualan lovebird saya gunakan untuk membayar utang,” kata Suparno di Mapolres Sukoharjo, Kamis (28/3).

Baca Juga :  Proyek Drainase Kawasan Semanggi Digarap Tahun Depan, Begini Perencanaannya

Berdasarkan pengakuan tersangka, dia datang ke rumah korban yang saat itu ditunggu adik korban. Pelaku dan korban sepakat menukar seekor lovebird milik mereka. Sampai di rumah itu, tersangka berpura-pura menelepon korban dan mengatakan kepada adiknya telah sepakat membawa  empat ekor burung itu.

Tanpa curiga, adik korban mengizinkan empat ekor burung seharga Rp 4 juta itu dibawa pergi. Korban yang curiga lalu pulang dan adiknya mengatakan empat burung telah dibawa pelaku. “Akhirnya, korban melaporkan dugaan pencurian ini kepada kami,” kata Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari melalui
Kasubbag Humas, AKP Widodo didampingi Kaurbinops Reskrim, Iptu Parwanto.

Baca Juga :  Sukoharjo Luncurkan Administrasi Kependudukan Online

Pelaku langsung ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Dari tangan pelaku, pihaknya berhasil mengamankan uang Rp 1,6 juta, dua ekor lovebird, satu unit sepeda motor Honda Supra X dengan nomor polisi AD 4183 CV. “Pelaku kami jerat dengan pasal 362 KUHP degan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” kata Parwanto.

Murniati

BAGIKAN