JOGLOSEMAR.CO Daerah Wonogiri DED Pelabuhan Waru Rapung, Butuh Rp 14,6 M

DED Pelabuhan Waru Rapung, Butuh Rp 14,6 M

426
BAGIKAN
Ilustrasi
Ilustrasi

WONOGIRI-Pembuatan Detailed Engineering Design (DED) Pelabuhan Waru untuk tambatan perahu nelayan di Desa Gunturharjo, Paranggupito telah rampung. Untuk mewujudkannya menjadi proyek pembangunan, DED ini akan diusulkan di Musrenbang Provinsi pada April mendatang.

Kepala Bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Edi Djoko Dwiono mengatakan setidaknya butuh dana sebesar Rp 14,6 miliar untuk pembuatan tambatan perahu itu.

“Gambaran singkatnya, nantinya tambatan perahu mirip seperti yang di Sadeng Gunung Kidul. Akan ada tembok penahan gelombang, lalu ada jalur untuk masuk perahu nelayan ke area seperti kolam sebagai tempat tambatan perahu nelayan,” jelas Edi, Selasa (19/3).

Terpisah Kepala Desa Gunturharjo, Suyadi mengatakan lokasi bakal tambatan perahu itu kini masih perlu diperdalam untuk alur. Sebenarnya jika alur sudah berkedalaman sekitar dua meter dan batuan karang sisa pengerukan beberapa bulan lalu disingkirkan, sudah bisa dipakai untuk melaut dan berlabuh kapal.

“Saat ini kedalaman masih sekitar 1,5 meter. Kalau dalamnya dua meter perahu nelayan sudah berani masuk keluar. Tapi untuk pengerukan juga butuh dana puluhan juta. Tidak mudah mengeruk batuan karang,” jelasnya.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Dwi Sudarsono mengatakan ada kesempatan untuk mengajukan dana ke pusat terkait pendalaman alur itu. “Bisa diusulkan ke pusat. Sambil menunggu pembuatan tambatan perahu itu, dana bisa untuk pendalaman alur. Yang penting nelayan bisa melaut dari Paranggupito dulu, tidak harus ke Sadeng atau Pacitan hanya untuk berangkat dan kembali lagi ke darat,” terangnya.

Dwi optimis jika nelayan bisa melaut dan mendarat di Pantai Waru, wisata di Pantai Nampu yang dekat dengan Waru bisa terdongkrak. “Misalkan nanti ada wisata kuliner seafood dan pengunjung juga bisa membeli ikan dan tangkapan laut. Konsep seperti Sadeng,” pungkasnya.

Eko Sudarsono