JOGLOSEMAR.CO Daerah Jogja Denny: Penyerang LP Harus Dihukum Mati

Denny: Penyerang LP Harus Dihukum Mati

378
BAGIKAN
Jogja Anti Kekerasan. (ant)
Jogja Anti Kekerasan. (ant)

JAKARTA-Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana berpendapat 17 orang penyerang LP Cebongan, Sleman itu harus dihukum mati, demi menimbulkan efek jera.

“Karena ini adalah pembunuhan berencana maka 17 anggota dari kelompok terlatih itu harus diancam hukuman mati agar terjadi efek jera,” ujar Denny di sela-sela acara sosialisasi penanganan penggunaan narkoba, di Jakarta, Senin (25/3).
Sebagai upaya antisipasi lebih lanjut, kata Denny, Kemenkum HAM akan berkoordinasi dengan Polri dan TNI. Namun khusus untuk pengamanan di Lapas, Denny memastikan sipir tidak mungkin dipersenjatai.

“Karena yang bertugas menjaga keamanan di lapas adalah aparat seperti TNI dan Polri. Untuk masalah penyerangan di Cebongan kemarin, petugas Lapas tidak ada yang bisa disalahkan karena tidak ada unsur kelalaian,” ujar Denny.

Sementara itu, Badan Intelijen Negara (BIN) sudah menyatakan bahwa senjata yang digunakan untuk menembak empat tahanan di LP Kelas II Cebongan, Sleman, bukan senjata organik TNI.

Hal itu dikatakan Kepala BIN, Letjen TNI Marciano Norman. “Itu (senjata) adalah kaliber 7,62 mm kita sudah cek. Setahu saya itu sudah bukan standar TNI lagi,” kata Marciano di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/3).

Dia juga meminta agar masyarakat tidak menduga-duga mengenai siapa pelaku penembakan tersebut apakah TNI atau bukan. Sebab harus dibuktikan secara jelas. “Kalau menduga kan bisa saja. Tetapi itu harus dibuktikan melalui suatu proses yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait,” katanya.

Marciano menambahkan, BIN siap membantu Polri untuk mengusut dalang di balik peristiwa tersebut. “Kita mendukung pihak kepolisian mengungkap peristiwa ini. Kita tunggu hasilnya. Di era sekarang ini hal-hal seperti itu tak dapat ditolerir dan penegakan hukum harus dikedepankan,” katanya.

Sedangkan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI Jenderal Pramono Edhie Wibowo mengaku kesulitan guna menyelidiki tewasnya empat orang tahanan di LP Sleman itu. “Ini bagaimana, kita juga tidak tahu. Saksinya pada mati semua begitu ditanya bagaimana,” kata Pramono di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/3).

Kendati demikian, Pramono enggan mengomentari apakah pelaku penembakan tersebut dilakukan oleh oknum dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Saya tidak boleh mendahului, nanti jadi tuduhan dong,” ujarnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta agar pelaku penembakan empat tahanan segera ditangkap. Hal tersebut diutarakan Menko Polhukam Djoko Suyanto. ”Komitmen kita, komitmen Presiden, siapa pun pelakunya yang berbuat kekerasan harus segera diusut, dicari sampai ketemu ditarik ke pengadilan,” kata Djoko di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/3).

Lebih lanjut Djoko menambahkan, saat ini belum ada perkembangan dari polisi mengenai motif dan pelaku penembakan tersebut. Dia juga belum dapat memastikan apakah pelaku penembakan itu dari oknum Kopassus. “Belum ada, kita masih tunggu dari Polda Yogyakarta. Masih dalam penyelidikan,” tutupnya.(Detik |Okezone)