Di Jakarta KLB, di Solo PSSI Disindir

Di Jakarta KLB, di Solo PSSI Disindir

382
BERI DUKUNGAN-Sejumlah remaja yang tergabung dalam Pasoepati Solo With Love (Wolves) menggelar aksi dukungan atas penyelenggaraan KLB PSSI di kawasan Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, Minggu (17/3). Joglosemar/Yuhan Perdana
BERI DUKUNGAN-Sejumlah remaja yang tergabung dalam Pasoepati Solo With Love (Wolves) menggelar aksi dukungan atas penyelenggaraan KLB PSSI di kawasan Car Free Day Jalan Slamet Riyadi, Minggu (17/3). Joglosemar/Yuhan Perdana

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) boleh saja sukses menggelar Kongres Luar Biasa di Jakarta, Minggu (17/3). Tapi, suara kritis untuk PSSI tetap ramai di Solo. Adalah suporter sepakbola Solo, yakni Pasoepati, yang memantau KLB itu, dengan menggelar aksi sindiran untuk PSSI.

Beraksi di ajang car free day (CFD), sejumlah remaja yang tergabung dalam Pasoepati Solo With Love (Wolves) memikat para pengunjung. Mengenakan kostum unik yang terbuat dari poster bekas, mereka menyindir PSSI agar ke depan tidak muncul dualisme lagi.

Saat dipakai, kostum dengan konsep gabungan huruf P-S-S-I itu, mirip jubah. “Kami suporter Solo ingin PSSI bersatu di Kongres Luar Biasa. Jangan lagi ada dua PSSI,” ujar Ochym, salah seorang peserta aksi. Sesuai dengan jumlah huruf PSSI, ada empat yang mengikuti aksi itu. Mereka berbaris menyamping di tengah kerumunan ribuan warga yang memadati CFD.

Baca Juga :  Ponpes Budi Utomo Dapat Kunjungan Kapolresta Surakarta

Awalnya, mereka berbaris tak menyusun kalimat PSSI. Barisan pertama menyusun kalimat SSPI, kemudian IPSS, lantas PISS. Terakhir, mereka menyusun secara tetap tulisan PSSI setelah semua mau diatur.

Menurut Ochym, beberapa kali kesalahan menyusun tulisan PSSI itu sebagai sindiran ketidakkompakan PSSI. Seperti yang terjadi saat ini, PSSI muncul perpecahan hingga seluruh anggota tidak berjalan. ”Kalau semua mau diatur, PSSI pasti akan bisa lebih baik. Ingat sebentar lagi Timnas menghadapi Arab Saudi di Pra Piala Asia,” kata Ochym.

Setelah benar menyusun huruf PSSI, mereka kemudian saling berjabat tangan. Kekompakan itu lantas ditunjukkan kepada para pengunjung CFD. Warga pengunjung CFD pun merespons aksi mereka dengan momotret momen itu.

Baca Juga :  Museum Keris Terlengkap se-Indonesia, Magnet Baru Wisata Kota Solo

Rama S, peserta aksi lainnya, berujar, bersatunya PSSI akan membuat Timnas solid. Sehingga Diego Michiels cs bakal memiliki semangat berlipat untuk berbuat banyak dalam Pra Piala Asia, setelah pada partai sebelumnya Timnas kalah 0-1 dari Irak.  ”Sepakbola jangan dipolitisasi oleh pihak-pihak yang merasa menang sendiri. Kasihan masyarakat pendukung sepakbola,” kata remaja 21 tahun asal Jebres itu.

Para pengunjung CFD mendukung aksi sindiran itu dengan meneriakkan yel-yel untuk Timnas dan PSSI. Sujono, warga Laweyan, mengatakan, jika kongres berhasil menyatukan PSSI, ia berencana menonton langsung pertandingan Timnas di Jakarta. ”Kalau masih ribut lagi, masyarakat juga akan malas menonton dan memberikan dukungan,” katanya. Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN