JOGLOSEMAR.CO Foto Di OKU Saling Serang, di Solo Saling Gendong…

Di OKU Saling Serang, di Solo Saling Gendong…

1347
BAGIKAN

Solo Antisipasi Konflik TNI-Polri

SIMBOL KERUKUNAN TNI POLRI--Anggota Denpom 4/IV Solo, Kopral Kepala Partika Subagyo (tengah) digendong oleh salah satu anggota Sabhara Polresta Solo saat melakukan aksi damai TNI dan Polri di Mapolresta Solo, Jumat (8/3). Aksi damai tersebut digelar untuk menyikapi perselisihan antara TNI dan Polri yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan dan mengajak aparat untuk saling menjaga kerukunan dan kekompakan. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
SIMBOL KERUKUNAN TNI POLRI–Anggota Denpom 4/IV Solo, Kopral Kepala Partika Subagyo (tengah) digendong oleh salah satu anggota Sabhara Polresta Solo saat melakukan aksi damai TNI dan Polri di Mapolresta Solo, Jumat (8/3). Aksi damai tersebut digelar untuk menyikapi perselisihan antara TNI dan Polri yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan dan mengajak aparat untuk saling menjaga kerukunan dan kekompakan. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

Tak mau konflik TNI-Polri di Ogan Komering Ulung (OKU) menular ke Solo, Satuan Detasemen Polisi Militer (Denpom) 4/IV Surakarta dan jajaran Polresta  Surakarta melakukan antisipasi. Caranya cukup unik.

Bagi jajaran TNI dan Polri di Solo, tak perlu diskusi serius untuk mengantisipasi aksi kerusuhan antara TNI-Polri seperti terjadi di OKU Sumatera Selatan.  Yang mereka lakukan tak lain adalah menggelar aksi gendong anggota TNI dan Polri.

Aksi  damai yang terkesan unik itu dilakukan secara bergantian di halaman Mapolresta Surakarta, Jumat (8/3) pagi.  Sejak pagi, beberapa anggota TNI dari satuan anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom)  4/IV Surakarta datang ke Mapolresta. Lengkap dengan seragam militer, mereka langsung menuju pintu samping Mapolresta.

Di sana, Kasat Sabara, Kompol Syamsi Dhuha dan Kasi Propam AKP Icuk Sujiarto telah siap menyambut. Di awal pertemuan itu, mereka saling menyapa, dan terjadilah obrolan kecil di antara mereka. Malah terlihat di antara mereka saling bercanda dan tertawa-tawa. Obrolan ringan itu akhirnya berujung pada aksi saling gendong.

“Ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara jajaran TNI dan Polri dalam kerja sama untuk membangun Kota Solo agar tetap aman dan damai, bebas dari konflik antar institusi,” terang Kopral Kepala (Kopka)  Partika Subagyo usai menggendong salah satu anggota Polresta.

Dalam kesempatan itu Partika Subagyo mengatakan, dirinya sangat menyesalkan atas kejadian yang terjadi di daerah OKU, Sumatera Selatan. Ia berharap aparat penegak hukum bersedia bekerja sesuai dengan peraturan yang ada dan melakukan perintah selaras dengan tugas pokok dan fungsi sebagai penegak hukum di Indonesia.

Sedangkan perwakilan Polresta Surakarta, Kompol Syamsi Dhuha saat di mintai keterangan sejumlah wartawan mengaku simpati dengan aksi damai yang dilakukan anggota TNI tersebut. Pihaknya juga akan siap melakukan kerja sama dengan aparat yang lain, baik dengan TNI maupun pemerintah Kota Solo. Yang penting masih dalam koridor  untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat Solo.

“Kita telah sepakat akan bersama–sama melakukan kegiatan khususnya menjaga keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Solo, agar jangan sampai terjadi konflik seperti di beberapa daerah lain,” ujarnya.

Keharmonisan hubungan antara TNI dan Polri, salah satunya dapat dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik. Jika komunikasi telah terbangun dengan baik, persoalan sekecil apapun di antara mereka akan dengan mudah dideteksi.

Karena itulah, Komandan Kodim 0276/ Sukoharjo, Letkol Inf Jimmy Ramoz Manalu mengimbau semua anggotanya untuk melapor jika ada permasalahan. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kasus bentrok antara TNI- Polri sebagaimana terjadi di OKU Sumatera Selatan.

“Kami akan mengondisikan  agar kasus serupa itu tidak terjadi di sini. Yang jelas, komunikasi dan koordinasi kami dengan Polres sangat baik. Kami juga mengimbau anggota kami tidak bergerak sendiri,” kata Letkol Inf Jimmy Ramoz Manalu usai ramah tamah dengan instansi terkait di aula Makodim, Jumat (8/3).

Dia menggambarkan, disiplin harus dilakukan di semua lini termasuk dalam hal berlalu lintas. Disiplin harus dilakukan tanpa mengenal tempat dan waktu. Karenanya, bila memang ada anggotanya yang melanggar, tentu akan dikenai sanksi sesuai prosedur tetap (Protap) yang ada. ** Rudi Hartono | Murniati