Diantar Pocong, ARTO Mendaftar Pilgub

Diantar Pocong, ARTO Mendaftar Pilgub

591
AKSI SINDIRAN PILGUB.  Sejumlah aktivis dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengenakan busana adat Jawa dan pocong berjalan menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, saat berlangsung aksi mengkritisi sepinya pendaftaran Pilgub Jateng 2013 di Semarang, Jumat (1/3). Mahasiswa membawa dua "kandidat" gubernur dan wakil gubernur yang diusung oleh "partai politik" dengan menggunakan -nama mahluk halus, seperti Partai Pocong dan Partai Tuyul, untuk didaftarkan ke KPU sebagai bentuk sindirian, kritik sekaligus protes terhadap parpol dalam menghadapi pilgub yang hingga kini masih berpolemik masalah pencalonan. ANTARA/R. Rekotomo
AKSI SINDIRAN PILGUB. Sejumlah aktivis dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengenakan busana adat Jawa dan pocong berjalan menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, saat berlangsung aksi mengkritisi sepinya pendaftaran Pilgub Jateng 2013 di Semarang, Jumat (1/3).  ANTARA/R. Rekotomo

SEMARANG – Gedung Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Tengah dihebohkan kemunculan delapan pocong, Jumat (1/3) kemarin. Tapi Pocong yang datang bersama seorang dukun itu bukan untuk menghantui jajaran pimpinan KPUD, melainkan mengantar pasangan ARTO mendaftar sebagai kontestan Pilgub Jateng.

ARTO adalah akronim untuk pasangan Arief Eka Atmaja dan Tri Hartanto. Seperti layaknya kandidat kontestan Pemilu Kada, mereka tidak lupa membawa amplop berisi “berkas-berkas” yang disyaratkan oleh KPUD.

“Jawa Tengah jaya! Saya kaya, Anda sejahtera!” teriak ARTO ketika melintas di Jalan Pahlawan, Semarang.

Sebetulnya,  itu adalah aksi teatrikal untuk menyindir Parpol yang sampai sekarang belum juga memunculkan jagonya masing-masing untuk Pilgub Jateng. Pocong adalah sindiran pada KPUD karena dalam DP4 Kelurahan Mayahan Kabupaten Grobogan terdapat sembilan nama setan.

Pasangan Arief Eka Atmaja dan Tri Hartanto yang mengenakan beskap, adalah dua mahasiswa anggota KAMMI Semarang. Sepanjang perjalanan menuju Kantor KPUD Jateng di Jalan Veteran yang letaknya sekitar 1,5 kilometer, sang dukun menaburkan bunga melati. Sesampainya di gedung KPU, mereka kembali berorasi sembari menunggu panitia pendaftaran Pilgub Jateng 2013 menemui mereka.

“Parpol tidak mendengarkan keinginan rakyat. Pilgub ini cuma mengedepankan kepentingan Parpol. Ini sudah bukan menjadi pesta rakyat tapi pesta Parpol,” ujar Arief dalam orasinya.

Tidak berapa lama, mereka disambut oleh ketua KPU Jateng Fajar Saka. Berkas yang dibawa oleh pasangan ARTO kemudian diberikan kepada Fajar, namun setelah diteliti, berkas tersebut ditolak karena belum lengkap. Meski demikian Fajar mengaku memberikan apresiasi untuk aksi belasan mahasiswa dari KAMMI tersebut.

“Ini bentuk kepedulian generasi muda untuk Pilgub. Tadi ditolak karena syarat-syarat belum terpenuhi.  Silakan perbaiki akan kami tunggu sampai tanggal 5 Maret pukul 24.00,” kata Fajar.

Ia menambahkan hingga detik ini memang belum ada Cagub dan Cawagub yang menyatakan akan melakukan pendaftaran. Padahal, ia berharap agar pasangan yang hendak mendaftar memberikan pemberitahuan terlebih dulu kepada KPU.

“Sampai sekarang belum ada pemberitahuan. Tapi ini bukan kesalahan, mau mendaftar tanggal 4 Maret pun tidak apa. Minimal ada dua pasang. Kalau tidak ada mungkin akan dibuka pendaftaran lagi,”  kata Fajar.

Setelah ditemui Ketua KPU, rombongan ARTO meninggalkan gedung KPU. Arief menyatakan puas dengan aksinya walaupun berkasnya tidak diterima KPU. “Enggak apa-apa, ini kan bentuk sindiran,”  ujar Arief diikuti tawa terkekeh-kekeh delapan pocong. ***  Detik

 

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR