JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Dibangun Dengan Iuran, Jembatan Abang di Resmikan

Dibangun Dengan Iuran, Jembatan Abang di Resmikan

368
BAGIKAN

Bupati Pun Protes karena Jembatan Kurang Merah

JEMBATAN ABANG- Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menandatangani prasasti peresmian Jembatan Abang di Desa Blimbing, Gatak, Senin (25/3). Joglosemar | Murniati
JEMBATAN ABANG- Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menandatangani prasasti peresmian Jembatan Abang di Desa Blimbing, Gatak, Senin (25/3). Joglosemar | Murniati

Meski waktu baru menunjukkan pukul 10.00 WIB, cuaca Senin (25/3) lalu begitu panas. Namun, hal itu tak mengurangi antusiasme ratusan warga Desa Blimbing, Gatak, Sukoharjo. Mereka berduyun-duyun menuju Jembatan Abang yang berbatasan dengan Desa Bolali, Wonosari, Klaten ini. Ya, pagi itu Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dijadwalkan meresmikan Jembatan Abang yang ambrol pada 2 Februari 2011 lalu akibat dimakan usia ini.

Jalanan mulai dari Kantor Desa Blimbing hingga Jembatan Abang dipenuhi dengan umbul-umbul yang berwarna merah. Begitu juga siswa-siswa yang menyajikan drumband, juga mengenakan kostum berwarna merah menyala.

Tidak berhenti begitu saja, jembatan yang berada di Desa Blimbing Kecamatan Gatak itu di beberapa bagian juga dicat merah. Sedangkan bagian lainnya, dicat warna abu-abu. Hal itu rupanya membuat Sang Bupati tak puas. Ia pun langsung mengultimatum

Dinas Pekerja Umum (DPU) selaku pengguna anggaran pembangunan Jembatan Abang.

“Diberi nama Jembatan Abang karena dulunya itu berwarna merah semua. Tidak seperti ini, hanya sedikit yang dicat merah. Nah, kalau ibu-ibu pupuran (bedakan- red) hanya separuh, apa itu bagus? Jadi, kepada Kepala DPU Sukoharjo, secepatnya warna jembatan dikembalikan seperti semua,” kata Wardoyo saat memberikan sambutan diiringi gelak tawa ratusan tamu undangan.

Orang nomor satu di jajaran Pemkab itu menyampaikan sejak 2 Februari 2011 lalu jembatan yang biasanya digunakan lalu lintas warga di dua kabupaten itu runtuh. Runtuhnya jembatan tak langsung langsung diperbaiki. Meski kewajiban memperbaiki berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng). saat itu provinsi tidak menggubris permintaan Sukoharjo.

“Kami melalui DPU melakukan negosiasi dengan Pemkab Klaten dan akhirnya diputuskan dibiayai oleh kedua daerah. APBD Perubahan Kabupaten Sukoharjo tahun 2012 mengalokasikan dana Rp 6 miliar. sedangkan Klaten Rp 1,3 miliar,” katanya.

Oleh karena itu, Wardoyo turut memberikan apresiasi kepada Bupati Klaten, Sunarna dalam memajukan masyarakat. “Jembatan ini bisa diperbaiki karena memang ada kerja sama antara Sukoharjo dan Klaten. Tapi perlu kami tekankan, sebenarnya ini tanggung jawab Pemprov Jateng. Gubernur saat ini mulet saja,” ujarnya. Murniati