JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Nasional Dieng Digoyang Gempa Vulkanik

Dieng Digoyang Gempa Vulkanik

369
BAGIKAN

BNPB LOGOBANJARNEGARA-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan telah mensterilkan Gunung Dieng di Banjarnegara,  dalam radius 1 km. Ini menyusul terjadinya gempa vulkanik dangkal pada pukul 15.50 WIB,  di dataran tinggi di perbatasan Banjarnegara-Wonosobo itu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho seperti dikutip Vivanews mengatakan, gempa vulkanik terasa di sekitar kawah Timbang dengan radius kurang lebih 1,5 km.

Kawah Timbang merupakan salah satu dari kawah yang menyebar di pegunungan dengan ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut itu. Asap putih muncul ke arah atas hingga 100 meter dengan tekanan lemah ke arah timur. “Awan ini lebih aman dibanding dengan gas yang sebelumnya mengalir horizontal,” kata Sutopo.

Akibatnya bau belerang menyengat terjadi hingga jarak 100 meter, khususnya arah selatan kawah.

BNPD, kata dia sudah menyediakan posko pengungsian, yaitu di rumah dinas Camat Batur. “Kami juga sudah membagikan masker kepada penduduk,” katanya.

Saat ini masyarakat masih tenang. Namun, diperkirakan, bila terjadi pengungsian bisa mencapai 1.270 jiwa.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo meminta warga di sekitar Kawah Timbang, Desa Sumberejo, tetap tenang dan bersabar menghadapi meningkatnya aktivitas kawah itu. “Tetap tenang dan masyarakat tidak usah panik, karena nantinya akan ada informasi atau semacam komando,” katanya kepada usai mengunjungi Posko Siaga Darurat Bencana Kawah Timbang di Kantor Kecamatan Batur, Banjarnegara, Sabtu (30/3).

Dia mempersilakan masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa di luar radius 1 kilometer dari Kawah Timbang.  “Ada radius tertentu yang memang harus waspada (tidak boleh ada aktivitas dalam radius 1 kilometer dari Kawah Timbang,” kata dia.

Berdasarkan perkembangan terakhir, dia mengharapkan, aktivitas Kawah Timbang dapat segera kembali normal.

Kendati demikian, dia mengatakan, pihaknya tetap berusaha mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.

“Mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan karena yang biasa menjadi momok adalah CO2, sedangkan CO2-nya sudah menurun. Namun kita harus tetap antisipasi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengatakan, peningkatan aktivitas ini hanya terjadi di Kawah Timbang, bukan di Dataran Tinggi Dieng secara umum. Meskipun Kawah Timbang berada di salah satu sudut Dataran Tinggi Dieng, lanjutnya, lokasi kawah ini jauh dari kawasan wisata karena berjarak sekitar 12 kilometer.

Sementara itu, Kawasan Wisata Dataran Tinggi (KWDT) Dieng, Kabupaten Banjarnegara, tetap diminati wisatawan meskipun terjadi peningkatan aktivitas di Kawah Timbang. Berdasarkan pantauan di Kompleks Candi Arjuna, KWDT Dieng, Sabtu (30/3), puluhan wisatawan tampak menikmati keindahan alam objek wisata ini. Berdasarkan pelat nomor mobil yang parkir di pelataran objek wisata ini berasal dari Semarang, Yogyakarta, dan kota lainnya di Jawa Tengah.

Bahkan, dua bus pariwisata berpelat nomor D (Bandung-red) tampak parkir di tepi ruas Jalan Raya Wonosobo-Batur atau di dekat pintu masuk Kompleks Candi Arjuna.

Salah seorang wisatawan dari Semarang, Iin mengaku tidak khawatir terhadap peningkatan status Kawah Timbang sehinggaya tetap berwisata ke KWDT Dieng. “Saya sempat baca media Online yang memberitakan Kawah Timbang letaknya jauh dari Dieng sehingga kawasan wisata tetap aman untuk dikunjungi. Oleh karena itu, saya bersama keluarga tetap datang ke sini,” katanya.

Sekadar diketahui, tragedi mengerikan Dieng pernah terjadi pada 20 Februari 1979. Saat itu kawah Sinila meletus dan menyemburkan gas beracun karbon monoksida yang mematikan. Tercatat 149 jiwa tewas dalam musibah itu.

Antara | Eko Susanto