Diganjal Marzuki, SBY Murka

Diganjal Marzuki, SBY Murka

355
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

JAKARTA–Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berang melihat manuver kandidat ketua umum PD Marzuki Alie. SBY pun melayangkan pesan singkat (SMS) berisi teguran kepada Marzuki Alie, dilampirkan ke semua anggota Majelis Tinggi dan Ketua DPD PD se-Indonesia.

Dalam pesan singkat yang dikirim Selasa (26/3) tersebut, SBY mengingatkan agar DPD dan DPC PD tidak memilih mendukung kepentingan orang-orang tertentu. Namun bersatu padu mencari solusi penyelamatan PD.

“Saya terima SMS dari Pak SBY berisi teguran untuk Pak Marzuki dan saya baca pertama kali tadi malam,” kata Anggota Majelis Tinggi PD Max Sopacua, Rabu (27/3).

Tak hanya Max yang menerima SMS tersebut. Anggota Majelis Tinggi Syarief Hasan juga menerima pesan singkat menyangkut manuver Marzuki Alie tersebut. “Saya terima,” aku Syarief.

Ihwal kemarahan SBY itu dipicu oleh sikap Marzuki Alie yang akan mengumpulkan ketua DPD dan DPC PD di Hotel Putri Duyung, Ancol, Jakarta. Melalui pesan singkat yang dikirim Selasa (26/3), Marzuki mengundang ketua DPD dan DPC PD untuk transit dan berangkat sama-sama ke Bali. Marzuki juga menyiapkan penginapan di Bali sebelum KLB digelar di Sanur pada 30 Maret esok.

Kontan hal ini memantik murka SBY. “Saya tidak tahu apa yang menjadi agenda Pak Marzuki Alie di kala partai kita masih berada dalam cobaan seperti ini. Mengapa harus mengumpulkan lagi para Ketua DPC seperti itu. Sementara Pak Marzuki sudah bertemu saya langsung, dan berjanji untuk menjaga situasi yang teduh berkaitan dengan KLB tanggal 30 Maret 2013 mendatang,” sesal SBY.

Baca Juga :  Kisah Siswi SMA Bertemu Sang Ayah Saat Order Ojek Online, Ini Pesan Salma untuk Anak 'Broken Home'

Sejurus kemudian SBY pun memperingatkan Marzuki. “Saya ingatkan, siapa yang mencederai kepentingan partai hanya untuk memenuhi kepentingan pribadinya, adalah yang akan menghancurkan partai kita. Ini peringatan saya.”

Sejauh ini sebanyak 25 Ketua DPD PD telah mendaulat SBY menjadi ketua umum PD di KLB. Memang sampai saat ini SBY belum mengambil keputusan terkait hal ini. SBY akan mengambil keputusan di KLB 30 Maret nanti.

“Kalau para Ketua DPD PD tidak bisa berkomunikasi dengan para Ketua DPC PD, demi untuk kepentingan PD, temukan saya langsung dengan para Ketua DPC PD. Maunya apa? Masih mau bersatu untuk PD dan untuk kepentingan Pemilu 2014 mendatang, atau memilih untuk memenuhi kepentingan orang-seorang. Saatnya pula untuk memilih,” tegasnya.

SBY mengaku sudah cukup lama menahan diri. Kini SBY akan lebih tegas mengambil langkah penyelamatan PD. “Sudah cukup lama saya menahan diri. Sekarang tidak bisa lagi. Demi Partai Demokrat yang kita cintai, saya akan mengambil segala risiko,” lanjut SBY.

Baca Juga :  Kisah Siswi SMA Bertemu Sang Ayah Saat Order Ojek Online, Ini Pesan Salma untuk Anak 'Broken Home'

SBY juga berharap tak ada manuver politik lagi menjelang KLB. “Berkali-kali kita bersepakat dan benar-benar mengerti bahwa KLB ini sesungguhnya tidak perlu terjadi. Ini boleh dikata KLB ‘kecelakaan’. Mengapa masih ada yang bermanuver ke sana ke mari?” tutup SBY.

Dari pesan singkat SBY tersirat pesan khusus Ketua Majelis Tinggi siap mengambil risiko memimpin langsung penyelamatan PD. Namun kalangan Majelis Tinggi PD belum mendapat jawaban langsung apakah SBY mau menjadi ketua umum PD. “Belum memutuskan,” kata Anggota Majelis Tinggi PD, Syarief Hasan, secara terpisah.

Menanggapi teguran SBY, Marzuki Alie pun mengirim pesan singkat ke SBY. Marzuki kurang nyaman diposisikan berseberangan dengan SBY. Marzuki mengaku sedih dirinya dianggap melakukan konsolidasi untuk kemenangannya di KLB PD yang akan digelar di Sanur, Bali.

“Saya sangat sedih apabila saya diposisikan sebagai orang yang yang berseberangan dengan Bapak, padahal saya masuk ke partai ini dengan segala keikhlasan untuk mendukung Bapak sejak 2003 sampai saat ini,” tutur Marzuki dalam SMS-nya ke SBY.

Detik

 

 

 

BAGIKAN