JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dilantik, 30 Kades Ditugasi Ikut Kejar Tunggakan PBB

Dilantik, 30 Kades Ditugasi Ikut Kejar Tunggakan PBB

283
BUPATI LANTIK KADES TERPILIH 2014
BUPATI LANTIK KADES TERPILIH 2014

SRAGEN—Sebanyak 30 kepala desa (Kades) terpilih dari hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) tahap pertama resmi dilantik oleh Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Kamis (14/3). Selain meminta bisa mengemban amanah dengan baik, Bupati juga berpesan agar 30 Kades baru itu turut membantu mengejar penyelesaian tunggakan pajak bumi dan bangunan (PBB) di tangan bayan yang hingga kini masih mencapai Rp 4,3 miliar.

Para Kades itu dilantik untuk masa jabatan 2013-2019. Pelantikan dihadiri oleh pejabat Muspida, unsur pimpinan DPRD dan Komsi I, Muspika, tokoh masyarakat, serta perangkat desa yang mengiring para Kades. Banyaknya pengiring dan pihak kerabat yang mengantar, bahkan sampai membuat ruangan pendapa disesaki tamu undangan hingga sebagian terpaksa tak dapat tempat duduk.

Selesai pengambilan sumpah dan jabatan, para Kades kemudian diminta menandatangani Surat Keputusan (SK) pelantikan. Dalam sambutannya, Bupati Agus mengingatkan agar para Kades yang baru memenangkan pertarungan Pilkades itu tidak menyia-nyiakan amanat rakyat dan berjuang semaksimal mungkin untuk membangun wilayahnya.

“Seperti statemen pendek dari hadis Rasulullah SAW yang menyebut bahwa orang beriman itu orang yang bisa menjaga amanah. Oleh karenanya, saya pesan agar para Kades yang dilantik ini bisa melaksanakan amanat penderitaan rakyat,” ujar Bupati.

Secara khusus, Bupati juga berpesan agar para Kades itu juga ikut membantu problem penagihan tunggakan PBB di tangan bayan yang hingga kini masih mencapai Rp 4,3 miliar. Selain sudah berulang kali dan berbagai langkah dilakukan, penagihan sangat diharapkan mengingat uang PBB yang dibawa bayan adalah uang rakyat.

Momen bersejarah bagi 30 Kades itu juga sempat diwarnai insiden menggelitik. Di mana, satu-satunya Kades perempuan asal Desa Padas, Kecamatan Tanon, Suratmi salah membubuhkan letak tanda tangan. Kesalahan itu terjadi saat perempuan yang proses di Pilkades dikabarkan menghabiskan dana Rp 1 miliar itu, didaulat menjadi wakil untuk menandatangani SK secara simbolik.

Wardoyo

 

 

BAGIKAN