JOGLOSEMAR.CO Daerah Klaten Dililit Utang, Sopir Truk Gantung Diri

Dililit Utang, Sopir Truk Gantung Diri

412
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KLATEN – Supono (52), seorang sopir truk asal Dukuh Srago Gede, Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, ditemukan tewas menggantung di rumahnya, Rabu (20/3). Diduga korban nekad mengakhiri hidupnya lantaran frustrasi terlilit hutang.

Dari informasi yang dihimpun Joglosemar, korban gantung diri dengan menggunakan kain stagen di kuda-kuda atap bagian belakang rumahnya. Jasad korban ditemukan oleh Sugini (43) keponakan korban yang bertempat tinggal di samping rumah korban sekitar pukul 07.15 WIB kemarin.

Awalnya Sugini mencari korban di sekeliling rumah. Ia mencari korban dengan cara memanggil korban namun tidak ada sahutan dari korban. Curiga, saksi mengecek dan menemukan korban tergantung dengan kain stagen di kayu atap. Menurut Sugini, korban sebelumnya tertekan sebab truk yang disopirinya habis mengalami kecelakaan. Korban diminta membayar Rp 20 juta sebagai ganti rugi. “Dia sebelumnya pernah bilang kepada saya dirinya diminta untuk membayar ganti rugi akibat kecelakaan tersebut sebesar Rp 20 juta. Mungkin itu yang menjadi alasannya untuk bunuh diri,” terangnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kepolisian mengatakan korban ditemukan tergantung dengan kain stagen warna biru tua sepanjang empat meter. Saat ditemukan, jasad korban mengenakan kaos lengan panjang warna putih dan celana pendek warna biru. Dari hasil pemeriksaan juga ditemukan ciri-ciri orang yang meninggal akibat gantung diri, seperti lidah tergigit dan mengeluarkan air mani. “Pemeriksaan tidak menemukan ada tanda-tanda penganiayaan. Sehingga kejadian ini murni bunuh diri. Korban merupakan sopir truk yang sebelumnya terlibat dalam kecelakaan dengan bus. Dia terbebani pembiayaan kecelakaan untuk korbannya,” tutur Kapolsek Klaten Kota, AKP Heru Setyaningsih. Angga Purnama