Dinas Pendidikan: Siswi yang Melahirkan Saat Magang, Harus Tetap Sekolah

Dinas Pendidikan: Siswi yang Melahirkan Saat Magang, Harus Tetap Sekolah

585

Dinas Pendidikan siap memfasilitasi seandainya ERN tetap berkeinginan untuk sekolah. Saat ini dinas juga masih menunggu informasi dari pihak sekolah mengenai kondisi kesehatan dan stabilitas mentalnya.

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Dinas Pendidikan Sragen akan memperjuangkan agar ERN (16), siswi kelas II SMKN 1 Sambirejo yang melahirkan saat mengikuti magang praktik kerja lapangan (PKL), tetap bisa melanjutkan studinya. Kebijakan itu ditempuh agar tidak menghilangkan kesempatan siswi tersebut untuk mendapatkan hak mengenyam pendidikan 12 tahun seperti yang diamanatkan oleh Kementerian Pendidikan.

“Kalau memang tidak memungkinkan untuk melanjutkan belajar di sekolah, nanti biar difasilitasi untuk ikut Kejar Paket C. Yang penting, kita tidak boleh mematikan haknya jika ingin melanjutkan sekolah. Kami akan perjuangkan itu dan minta sekolah ikut memfasilitasi,” papar Kepala Dinas Pendidikan Sragen, Adi Dwijantoro melalui Kabid Pendidikan Menengah, Sunari, Kamis (14/3).

Namun demikian, Sunari mengungkapkan semua keputusan akan dikembalikan lagi kepada pihak siswi tersebut. Yang terpenting, dinas siap memfasilitasi seandainya siswi tersebut tetap berkeinginan untuk sekolah. Saat ini dinas juga masih menunggu informasi dari pihak sekolah mengenai kondisi kesehatan dan stabilitas mental dari siswi tingkat dua Jurusan Multimedia itu. “Biar mental dan kesehatannya stabil dulu. Nanti baru ditanya apakah dia mau melanjutkan lagi atau tidak. Kami juga akan panggil kepala sekolah untuk membahas nasib dan langkah yang akan dilakukan,” terangnya.

Alternatif untuk diikutkan Kejar Paket C, lanjut Sunari, memang pilihan paling realistis mengingat selama ini belum ada sekolah atau institusi pendidikan yang menampung anak-anak usia sekolah yang terpaksa tidak sekolah karena problem insidental.

Seperti diberitakan, ERN (16) membuat kabar menggemparkan setelah dipergoki melahirkan seorang bayi di toilet sebuah usaha percetakan di kawasan Jalan Diponegoro, sebelah selatan trowong Pasar Sragen Kota. Bayi prematur itu dilahirkan saat siswi berjilbab itu menjalankan tugas magang industri.

Senada, Ketua Komisi IV DPRD Suhardjo juga mendukung seandainya siswi tersebut diikutkan Kejar Paket C. Namun, selain itu, pihaknya tetap berharap dinas serta orangtua lebih memaksimalkan peran pengawasan agar kasus-kasus serupa tidak terulang kembali. Terpisah, Kepala SMKN 1 Sambirejo, Ahmad Dahlan mengaku masih akan membahas dengan komite sekolah dan guru untuk menyikapi perihal nasib dan kelanjutan studi dari siswinya itu. Wardoyo

BAGIKAN