Dinkes Jateng Telusuri Penyebab Keracunan Massal

Dinkes Jateng Telusuri Penyebab Keracunan Massal

413
DIRAWAT-Samadi (51) korban keracunan hidangan hajatan di daerah Ngringo saat mendapatkan perawatan di RS. Majasanga 2, Jaten, Karanganyar, Selasa (5/3). Joglosemar/Yuhan Perdana
DIRAWAT-Samadi (51) korban keracunan hidangan hajatan di daerah Ngringo saat mendapatkan perawatan di RS. Majasanga 2, Jaten, Karanganyar, Selasa (5/3). Joglosemar/Yuhan Perdana

KARANGANYAR–Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng turun tangan menelusuri penyebab keracunan massal yang terjadi di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten. Tim yang diterjunkan ke lapangan dengan dibantu oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas Jaten itu juga untuk mengantisipasi adanya faktor-faktor risiko yang mungkin terjadi pasca keracunan.

Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Penyakit Menular Dinkes Karanganyar, Fatkhul Munir mengatakan investigasi terkait pengungkapan kasus keracunan tersebut diawali dengan mendatangi para korban untuk mengidentifikasi gejala keracunan yang dialami. “Kami juga menanyakan bagaimana cara distribusi makanan tersebut dari tempat katering kepada pemilik hajatan. Ini juga jadi bahan untuk memastikan penyebab keracunan,” terang Munir, Rabu (6/3).

Sedangkan sampel makanan yang telah diambil untuk diuji laboratorium, Munir mengaku belum diketahui hasilnya dan masih dalam proses. Menurutnya, butuh waktu setidaknya satu minggu untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut. “Proses uji laboratorium ini sekitar enam hari, memang cukup lama. Ini baru akan diidentifikasi secara detail sumber keracunan itu dari makanan yang mana,” ujarnya.

Seperti diketahui, ratusan warga Desa Ngringo terpaksa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit karena mengalami keracunan usai menghadiri acara pernikahan keluarga Sukardi, warga Ngringo Indah, Desa Ngringo, Jaten, Senin (4/3) malam. Indikasi keracunan yakni sesampainya di rumah usai dari hajatan tersebut, korban mengalami pusing, mual, muntah, dan diare.

Sementara, empat korban keracunan yang sejak Selasa (5/3) dini hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Mojosongo 2 Jaten, kemarin sudah diizinkan pulang karena kondisinya sudah membaik. “Semua korban sudah diperbolehkan pulang karena sudah membaik,” ujar Bayan Desa Ngringo, Subagyo.

Camat Jaten, Titik Umarni menerangkan total korban yang melaporkan diri dan berobat ke rumah sakit mencapai 127 orang. Namun jumlah tersebut belum termasuk korban yang berada di luar Desa Ngringo. “Terakhir datanya ada 127 korban. Namun bisa saja bertambah jika ada yang tidak mau berobat,” ungkapnya. Muhammad Ikhsan

BAGIKAN