JOGLOSEMAR.CO Berita Utama Hukum & Kriminal Dipukul Siswa, Tulang Hidung Wakasek Retak

Dipukul Siswa, Tulang Hidung Wakasek Retak

374
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

SOLO – Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta, Sugiyono mengalami retak di tulang hidungnya, lantaran dipukul siswanya sendiri, berinisial A, Jumat (1/3) saat jam istirahat.

Gambaran ironis pendidikan kembali lagi terjadi. Jika sebelumnya, telah banyak beredar kabar oknum guru menganiaya murid, kini seorang siswa berinisial A tertangkap tangan telah memukul gurunya yang juga merupakan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) hingga tulang hidungnya patah. Kejadian ini terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta kemarin, Jumat (1/3) jam pelajaran setelah istirahat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Joglosemar dari salah siswa berinisial M yang berada di tempat perkara, pada saat kejadian, guru-guru di sekolah sedang melayat ke rumah salah satu guru di sekolah setempat. Sehingga hanya beberapa guru saja yang masih berada di sekolah dan salah satunya adalah Sugiyono yang sedang mengajar pelajaran Quran Hadist di kelas XI IPS 1. Sedangkan kelas XI IPS 2 ditempati pelaku yang berada di samping kelas sedang kosong dan memainkan sepeda onthel. “Saya lihat teman-teman yang berada di XI IPS 2 itu ramai, terus pak Giyono mendekat dan memanggil 2 siswa salah satunya A, teman yang satu itu minta maaf tapi si A malah nantang. Pak Giyono langsung nampar, A membalas,” ungkapnya kepada Joglosemar.

Menurut pengakuan M, pelaku melakukan pemukulan kepada Guru hingga 3 kali. Selain itu, diketahui bahwa A juga memukul dengan menggunakan kunci motor. Bahkan ketika mendapatkan serangan, Sugiyono sempat tersungkur dengan luka dan darah yang keluar dari hidungnya. “Pak Giyono sempat jatuh dan berdarah. Tapi dilerai sama teman-taman. Saya lihat niat Pak Giyono baik cuma menasihati tapi A justru bandel,” terangnya.

Menurut M, pelaku saban harinya tidak terlihat nakal, bahkan dia terlihat biasa dan tidak ugal-ugalan. Dia bahkan kaget mengetahui A berani melakukan hal itu kepada gurunya. “Biasanya biasa saja, tidak terlihat nakal dan tidak melanggar peraturan. Saya kurang tahu karena saya tidak begitu dekat,” ungkapnya.

Disisi lain saksi mata lain yang tidak mau disebut namanya mengungkapkan bahwa kejadian itu memang benar terjadi. Saat kejadian, dia dikagetkan oleh teriakan guru-guru wanita yang meminta tolong. Awalnya dia mengira ada murid yang sakit keras. Namun setelah dilihat ternyata dia melihat Wakasek yang hidungnya mengeluarkan darah dan ada bekas luka. “Saya tiba-tiba saja dikagetkan dengan suara teriakan dari guru-guru wanita, langsung setelah itu pak Giyono dibawa ke rumah sakit PKU dengan menggunakan mobil,” terangnya.

Dia pun langsung mencari tahu kejadiannya, bahwa Sugiyono dipukul leh salah serang murid. Kemudian dilerai dan dibawa ke kantor Bimbingan Konseling. Dia juga bercerita bahwa setelah kejadian itu, dia mendengar tukang yang berada di MAN 2 yang sedang memperbaiki kanopi bertanya pada pelaku kenapa sampai tega melakukan hal itu kepada guru, tapi tukang tersebut justru dibentak dan kembali pelaku melayangkan tinjunya pada tukang.

Menurut saksi kedua dia mendaptkan kabar bahwa ketika di PKU, Sugiyono di Rongsen dan didapati retak pada tulang hidngnya. Setelah menunggu dokter spesialis, dinyatakan Sugiyon tidak begitu parah dan hanya butuh jahitan dan rawat jalan. “Orangtua anak langsung diundang ke sekolah dan datang, kalau kelanjutannya seperti apa saya belum tahu,” lanjutnya. Rahayu Astrini