Disiplin PNS Menurun, Bupati Rina Geram

Disiplin PNS Menurun, Bupati Rina Geram

572
Rina Iriani Bupati Karanganyar
Rina Iriani
Bupati Karanganyar

KARANGANYAR—Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengingatkan agar PNS di lingkungan Pemkab meningkatkan kinerja dan kedisiplinan. Hal itu menyusul banyaknya temuan PNS yang bolos dan berkeliaran di luar saat jam kantor akhir-akhir ini.

“Saya amati akhir-akhir ini kinerja dan disiplin PNS menurun. Kita ini digaji rakyat dan bertugas melayani rakyat. Jangan seperti itu, kinerja dan disiplin harus ditingkatkan,” ungkap Rina geram, kemarin.

Banyaknya PNS yang membolos dan indisipliner, menurut Rina, secara tidak langsung telah menurunkan citra PNS sebagai abdi masyarakat. “Harus dihindari berkeliaran di luar kantor, kecuali untuk urusan kedinasan yang ada surat tugasnya. Saya harap seluruh kepala SKPD yang ada juga turut melakukan pengawasan terhadap pegawainya,” beber Rina.

Selain itu, ketidakdisiplinan PNS juga terlihat dari kepatuhan terhadap kebijakan Bupati Rina tentang penggunaan pakaian tradisional yang berlaku mulai awal tahun ini. Rina menilai, masih banyak PNS yang tidak patuh untuk mengenakan pakaian tradisional Jawa yang hanya dipakai setiap Rabu pada minggu pertama dan kedua di setiap bulannya.

“Penggunaan beskap ini saya rasa masih banyak yang tidak mematuhi. Selain itu, penggunaan bahasa Jawa yang dilakukan setiap Rabu juga belum dilakukan secara optimal oleh seluruh SKPD,” terang Rina.

Ia mengaku kerap menemui PNS di sejumlah instansi tidak disiplin dalam mengenakan pakaian Jawa dan tidak menggunakan bahasa Jawa. “Banyak sekolah yang belum mematuhi dua aturan tersebut. Saya minta Kepala Disdikpora untuk  melakukan pembinaan ke sekolah-sekolah yang ada,” ujarnya.

Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, terdapat tujuh oknum PNS yang diberhentikan sejak tahun 2011 hingga 2012 lalu. Dari ketujuh PNS tersebut, dua di antaranya diberhentikan dengan tidak hormat.

“Dua oknum yang diberhentikan dengan tidak hormat itu berasal dari RSUD karena melakukan pelanggaran indisipliner dengan tidak masuk kerja selama lebih dari 45 hari dan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) yang tersandung kasus narkoba. Kami harap PNS dapat lebih disiplin ke depannya,” ungkap Kasubdit Disiplin BKD Karanganyar, Sugiyarto.

Muhammad Ikhsan

BAGIKAN

TINGGALKAN KOMENTAR