Ditagih Rp 12 J, Warga Bantaran Rel Sedih

Ditagih Rp 12 J, Warga Bantaran Rel Sedih

303
TAGIHAN SEWA-Salah seorang warga kawasan bantaran rel Sangkrah menunjukkan surat tagihan sewa lahan dari PT. KAI terhitung mulai tahun 2009 hingga 2012, Senin (25/3). Warga enggan membayar tagihan sewa karena menilai kenaikan sewa lahan yang ditetapkan PT. KAI tidak sewajarnya. Joglosemar/Yuhan Perdana
TAGIHAN SEWA-Salah seorang warga kawasan bantaran rel Sangkrah menunjukkan surat tagihan sewa lahan dari PT. KAI terhitung mulai tahun 2009 hingga 2012, Senin (25/3). Warga enggan membayar tagihan sewa karena menilai kenaikan sewa lahan yang ditetapkan PT. KAI tidak sewajarnya. Joglosemar/Yuhan Perdana

PASAR KLIWON-Sejumlah warga di lingkungan RT 04 RW II, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, penghuni lahan bantaran rel kereta api, kembali dapat surat tagihan sewa. Nilainya, mencapai total Rp 12 juta.

Lahan yang dihuni warga itu, milik  PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ny Karjono (61), warga penyewa lahan bantaran rel, mengaku dapat surat tagihan. Isinya, minta agar ia segera melunasi sewa lahan. Surat tagihan itu, ia terima Senin (25/3).  Ia mengaku sedih, karena nilai tagihan sangat besar.

Namun, tidak semua warga penyewa lahan dapat surat tagihan itu. Sama seperti kejadian November 2012 lalu, biaya sewa naik cukup tinggi yakni 300 persen lebih. “Tetap saja kami kesulitan jika mau membayar sewa tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Proyek Sekolah Satu Atap di Mojosongo Ditarget Rampung Desember

Ia merinci, total tagihan dari 2007 hingga 2013, sebesar Rp 12 juta. Bahkan, sebelum 2007, biaya sewa untuk rumahnya hanya Rp 700.000/tahun. Ia diminta segera melunasi tagihan sewa melalui Stasiun Balapan.

Namun, karena nilainya cukup besar, dia mengaku tidak bisa melunasi. ”Soalnya Rp 12 juta. Dari mana saya mendapatkan uang sebesar itu. Kami minta kenaikan diturunkan seperti biasanyalah,” pintanya.

Senada, Ny Haryono (59) warga penyewa lahan lainnya, mengaku, surat tagihan yang diterima Senin (25/3) itu, belum bisa disikapi. Ia juga keberatan dengan jumlah tagihan sewa itu. Jumlahnya, katanya tak beda jauh dengan tagihan sewa yang dibebankan pada Ny Karjono.

Baca Juga :  Begini Cara Himpunan Ratna Busana Sambut HUT ke-72 RI

”Kalau misalnya kenaikan hanya beberapa persen tidak masalah. Lha ini dari Rp 700.000/tahun menjadi jutaan rupiah/tahunnya. Siapa yang tidak keberatan. Kami masih menunggu komando paguyuban warga bantaran rel,” ungkapnya.

Ketua Paguyuban Jaladara  (jangan larang kami tinggal di bantaran kereta) RT 04 RW II, Sutino mengaku kecewa. Pasalnya belum lama ini melakukan survei, jika tagihan yang dilayangkan PT KAI tidak merata, akhirnya terbukti. Mengingat sejumlah orang yang menempati rumah dinas PT KAI, kembali mendapatkan tagihan.

”Dulu puluhan orang dapat tagihan  bulanNovember. Sekarang, sejumlah warga lain gantian dapat. Kami minta warga tak membayar dulu, karena kenaikan memberatkan,” katanya. Ronald Seger Prabowo

BAGIKAN