Siswa Ditahan Akibat Melerai Perkelahian

Siswa Ditahan Akibat Melerai Perkelahian

413

Siswa Miskin Terancam Tak Ikut UN

ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Seorang siswa kelas XII SMKN Kedawung bernama Hendi Fuad Abdurrahman (17) terancam kehilangan kesempatan untuk mengikuti ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian nasional (UN) di sekolahnya. Pasalnya, ia ditahan oleh pihak kepolisian sejak dua pekan lalu dan hingga kini belum diperbolehkan untuk melanjutkan studi. Padahal kondisi siswa itu diketahui tidak mampu dan terkadang harus mengamen untuk membiayai sekolahnya.

Tragisnya, penahanan terjadi hanya gara-gara siswa asal Kutho RT 2 RW I, Kerjo, Karanganyar itu berniat melerai insiden perkelahian antara pengamen dengan orang tidak dikenal di Waduk Botok, Kedawung. Tak pelak, pihak sekolah dan orangtua siswa pun resah lantaran permohonan penangguhan penahanan yang diajukan ke Polres Sragen, hingga kini tak kunjung dikabulkan.

Kepala Sekolah SMKN Kedawung, Taryono mengungkapkan keresahan tidak lain karena mulai Senin (18/3) pekan depan, semua siswa kelas XII dijadwalkan akan mengikuti UAS tahun ajaran 2013/2014. Pihak sekolah sudah berjuang dengan mengajukan surat permohonan penangguhan ke Polres dua hari lalu.

Baca Juga :  Tragis, Pulang Dari Sawah, Petani di Sidoharjo, Sragen Langsung Syok Lihat Rumahnya Sudah Jadi Abu

Selain pertimbangan statusnya yang masih dalam pemeriksaan, permohonan penangguhan diajukan semata-mata untuk menyelamatkan peluang siswa agar bisa mengikuti UAS maupun UN. Surat permohonan juga dilampiri jadwal ujian, fotokopi nomor ujian Hendi. “Dari catatan, anak itu juga tidak nakal, wong dia anak desa. Kadang dia terpaksa ikut ngamen untuk biaya sekolah juga,” papar Taryono kepada Joglosemar, Kamis (14/3).

Dia juga siap menjadi jaminan asalkan siswanya itu bisa diizinkan untuk ikut UAS dan UN. Bahkan, dirinya tidak keberatan seandainya selama pelaksanaan UAS maupun UN, yang bersangkutan dikawal oleh aparat. “Yang penting dia diberi dispensasi untuk bisa ikut ujian. Itu saja,” tegasnya.

Wakasek Kesiswaaan, Joko Suhardi menambahkan berdasarkan pengakuan siswanya, ia hanya melerai perkelahian itu di Waduk Botok, Kedawung, Jumat dua pekan silam. Keesokan harinya, Hendi diketahui langsung ditahan hingga sekarang.

Baca Juga :  Kata Bupati Soal Kasus Dua Kasie Disperindag Sragen Duel Hingga Masuk RSUD

Ketua Komisi IV DPRD Sragen, Suhardjo sangat menyayangkan tidak adanya itikad baik dari kepolisian untuk memberikan izin penangguhan. Menurutnya, semestinya aparat tidak hanya melihat kasus tersebut dari sisi hukum, namun mengorbankan kepentingan dan nasib masa depan siswa. Terlebih, saat ini status kasus tersebut juga belum memasuki persidangan. “Ya kalau dia benar-benar salah, kalau ternyata niatnya memang melerai, betapa berdosanya sudah menahan dan mematikan peluang untuk ikut ujian,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi mengatakan pihaknya memang tidak bisa mengabulkan permohonan penangguhan lantaran status siswa itu sudah menjadi tahanan kejaksaan. Ia enggan berkomentar lebih jauh perihal kepentingan siswa yang harus menghadapi UAS pekan depan. “Yang bisa mengabulkan ya kejaksaan,” ujarnya. Wardoyo

BAGIKAN