JOGLOSEMAR.CO Daerah Solo Ditentang, APBD Rp 40 M untuk Vastenburg

Ditentang, APBD Rp 40 M untuk Vastenburg

394
BAGIKAN
LABELISASI CAGAR BUDAYA--Suasana bangunan Benteng Vastenbur, Solo, Selasa (7/2). Meskipun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Registrasi Nasional Cagar Budaya belum selesai dibahas, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta siap melabeli ratusan cagar budaya yang tercatat di Solo. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo
LABELISASI CAGAR BUDAYA–Suasana bangunan Benteng Vastenbur, Solo, Selasa (7/2). Meskipun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Registrasi Nasional Cagar Budaya belum selesai dibahas, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta siap melabeli ratusan cagar budaya yang tercatat di Solo. Joglosemar/ Kurniawan Arie Wibowo

KARANGASEMRencana Pemkot yang ingin mengajukan dana Rp 40 miliar dari APBD untuk mengakuisisi aset Benteng Vastenburg ditentang kalangan DPRD Solo.

Sementara itu, Walikota Hadi Rudyatmo, berujar, pengajuan Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar ke APBD itu, belum final. Melainkan, baru sebatas usulan. Niatnya, hanya ingin menyelamat situs cagar budaya, agar terawat di tangan Pemkot.

Sekretaris Komisi IV DPRD, Abdul Ghofar Ismail, minta Pemkot berpikir ulang soal rencana itu. Karena jika memakai dana APBD, akan memberatkan. Namun, ia mendukung akuisisi atau pengambilalihan aset benteng itu dengan dana Pemerintah Pusat.

“Itu perlu dipikir ulang. Apalagi memakai Rp 40 miliar dari APBD untuk membeli benteng. Masih ada skala prioritas lain,” kata Abdul, Senin (25/3).

Contoh proyek yang lebih penting, kata Abdul, di antaranya, proyek Terminal Tirtonadi, sekolah rusak, hingga Museum Samanhudi.

Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto, berujar, usulan Pemkot mengajukan Rp 40 miliar ke APBD untuk membeli benteng itu sangat memberatkan keuangan daerah. Ia mendorong Pemkot untuk melobi Pusat agar membantu mengakuisisi benteng itu dari tangan swasta.

Ia menilai tanah di kawasan benteng itu milik negara, karena pengelolanya hanya memiliki hak guna bangunan (HGB) bukan hak milik (HM). “Masak Pemkot membeli tanahnya pemerintah. Itu statusnya masih HGB, masih milik pemerintah. Secepatnyalah Pemkot berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat,” ucapnya.

Ketua DPRD Kota Solo, YF Sukasno, berujar, dulu enam  fraksi dan empat komisi telah sepakat agar Benteng Vastenburg kembali pemerintah. Namun tidak harus mengeluarkan dana miliaran rupiah. ”Rekomendasi fraksi dan komisi di DPRD agar Pemkot mengupayakan kembalinya HGB Vastenberg ditaati. Tapi tidak harus dibeli, termasuk area di sekitar Vastenburg,” katanya.

Adapun Walikota Solo, Hadi Rudyatmo, berpendapat, rencana akuisisi benteng itu, semata-mata untuk menyelamatkan situs cagar budaya agar tidak semakin rusak. Jika sudah dikelola Pemkot, situs itu bisa terawat dan bisa diakses publik.

”Bangunan Benteng Vastenburg menyimpan banyak sejarah bagi bangsa Indonesia. Jika jatuh ke tangan swasta dan diubah fugsinya, sangat disayangkan,” katanya. Soal usulan Rp 40 miliar yang akan diajukan ke APBD untuk akuisisi aset bentang, katanya, baru sebatas usulan. ”Apapun masih bisa terjadi, tergantung nanti perkembanganya seperti apa.”

Sedangkan Komandan Kodim 0735/Surakarta, Letkol Inf Ujang Darwis,  mengatakan, publik perlu tahu, jika didinding yang melingkari Benteng Vastenburg merupakan aset TNI. Oleh karena itu, pihaknya mendukung Pemkot untuk mengakuisisi aset benteng itu untuk dikelola. Ari Welianto | Muhammad Ismail