JOGLOSEMAR.CO Daerah Karanganyar DPRD Desak Pemkab Usut Jual Beli Raskin

DPRD Desak Pemkab Usut Jual Beli Raskin

165
BAGIKAN
ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR–Praktik jual beli beras untuk warga miskin (Raskin) yang dilakukan oleh oknum perangkat desa di Dusun Candi, Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso mendapat tanggapan keras dari anggota DPRD Karanganyar, Suparmi. Anggota Komisi II DPRD ini mendesak agar Pemkab segera turun tangan dan memberi sanksi pada oknum perangkat desa tersebut.

“Raskin adalah hak masyarakat, kenapa dijual oleh perangkat desa dan ketua RW? Ini akan menjadi preseden buruk, terlepas berapa pun nilainya. Tindakan tersebut jelas-jelas salah,” ungkap Suparmi, Jumat (22/3).

Ia mengungkapkan, tindakan menjual Raskin oleh perangkat desa tersebut merupakan yang pertama kali di Karanganyar. Sehingga perlu ditelusuri terkait dengan pihak-pihak lain yang kemungkinan terlibat. “Ini kasus pertama di Karanganyar. Kalau dulu tahun 2005 juga ada di Ngargoyoso, namun hanya pengalihan distribusi saja tak sampai dijual. Ini jangan dianggap sepele. Jangan menunggu lama lagi, Pemkab harus turun tangan,” tegas Suparmi.

Ditambahkannya, dalam waktu dekat DPRD akan turun ke lapangan guna memastikan adanya praktik jual beli Raskin tersebut. “Kami akan cek ke sana saat reses. Jangan-jangan praktik ini sudah berlangsung lama,” terang Suparmi.

Lebih lanjut, legislator dari Partai Golkar ini meminta Pemkab meningkatkan pengawasan dalam pendistribusian Raskin di tingkat desa hingga RW. Pasalnya, praktik penjualan Raskin rentan terjadi jika tidak ada pengawasan yang maksimal.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setda Karanganyar, Ambang Wibowo saat dikonfirmasi mengatakan dirinya belum menerima laporan terkait adanya Raskin yang dijual oleh perangkat desa di Desa Jatirejo. Jika kabar penjualan Raskin itu benar, pihaknya akan turun tangan bersama dengan Bulog. “Minggu depan kita akan panggil juga Camat Ngargoyoso,” katanya.

Muhammad Ikhsan