Dua Pelajar SMP Curi Komputer Sekolah

Dua Pelajar SMP Curi Komputer Sekolah

351

Memanfaatkan situasi sekolah yang telah sepi, keduanya lalu menuju ke ruang perpustakaan untuk melancarkan aksinya.

ilustrasi
ilustrasi

WONOGIRI-Kejahatan bisa terjadi karena ada kesempatan. Begitu pula yang terjadi di SMPN 1 Karangtengah ini. Pasalnya, dua pelajar sekolah tersebut, yakni BS (15) dan EH (15) memanfaatkan kondisi sekolah yang sepi di sore hari, untuk mencuri seperangkat komputer di ruang perlustakaan sekolah setempat.

Pencurian itu dilakukan Rabu (27/2) lalu. Saat itu kedua pelajar, masing-masing warga Dusun Posong dan Dusun Duren di Desa/Kecamatan Karangtengah, tidak pulang ke rumah. Mereka rupanya memilih menonton pertandingan voli di sekolah. Pertandingan voli baru selesai sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itulah, memanfaatkan situasi sekolah yang telah sepi, keduanya lalu menuju ke ruang perpustakaan untuk melancarkan aksinya.

Bak gayung bersambut, saat itu kedua pelajar tadi melihat jendela ruang perpustakaan dalam kondisi terbuka. EH lalu masuk melalui jendela. Sedangkan BS menunggu di luar untuk menerima barang curian. Tak berapa lama, EH menyerahkan hasil curiannya, yaitu berupa satu unit CPU mini merek Axioo dan satu unit monitor LCD merek Scomta. “Dengan mengendarai sepeda motor, komputer itu dibawa ke rumah EH di Dusun Duren,” jelas Kapolres Wonogiri, AKBP Tanti Septiyani melalui Kapolsek Karangtengah, AKP Rijono, Selasa (5/3).

Baca Juga :  Wonogiri Minta Tambahan Elpiji 3 Kilogram

Keesokan harinya, pihak sekolah pun akhirnya melaporkan peristiwa pencurian itu ke Polisi. Sementara itu, komputer curian tersebut baru dijual kepada Santosa, warga Posong, empat hari kemudian atau tepatnya Sabtu (2/3). Saat itulah ada warga yang memberikan informasi adanya transaksi jual beli komputer yang kemungkinan merupakan komputer SMPN 1 Karangtengah yang dikabarkan hilang.

Baca Juga :  Pemkab Wonogiri Siapkan Dana Rp 165 M untuk Atasi Permasalahan Klasik Ini

“Kami lalu melakukan penyelidikan dan mengarah ke kedua pelajar tadi. Orangtua murid-murid itu juga kami ajak ke sekolah. Kedua pelajar tadi kami tanyai setelah jam pelajaran usai. Mereka pun mengakui perbuatan mereka,” lanjut Rijono.

Dari pengakuan kedua pelajar tersebut, mereka baru kali itu mencuri. Saat ditanya untuk apa uang penjualan komputer itu, mereka mengaku hanya untuk jajan saja. “Dugaan kami mereka mencuri karena memang ada kesempatan. Komputer itu dibeli Rp 420.000 oleh Santoso,” tuturnya.

Rijono menambahkan, kerugian atas pencurian itu sekitar Rp 5,5 juta. “Kami sudah ke rumah Santoso tadi, tapi dia sedang keluar kota. Kami tadinya akan mengambil komputer itu sebagai barang bukti,” pungkasnya. Eko Sudarsono

BAGIKAN