JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Dua Siswa Difabel Tenggelam di Waduk Ketro

Dua Siswa Difabel Tenggelam di Waduk Ketro

456
ilustrasi
ilustrasi

SRAGEN—Dua bocah penyandang cacat (difabel) asal Sekolah Luar Biasa (SLB) Gemolong bernama Andi Tri Wahyudi (13) dan teman sekelasnya, Wahyu (13), tenggelam saat memancing di Waduk Ketro, Tanon, Jumat (29/3) sekitar pukul 15.30 WIB. Satu dari dua bocah malang tersebut hingga kini belum ditemukan, sedangkan satunya selamat.

Andi Tri Wahyudi asal Karangwaru RT 1, Karangwaru, Plupuh, Sragen tenggelam karena tidak bisa berenang saat terpeleset ketika tengah memancing di pinggir waduk. Jasadnya hingga kini belum ditemukan. Sementara, nasib lebih beruntung dialami Wahyu yang berhasil lolos dari maut dengan berenang sampai ke tepi.

Informasi yang dihimpun di lapangan, Wahyu yang tinggal di Gemolong bermaksud mengajak liburan Andi dengan memancing di Waduk Ketro. Saking semangatnya, Wahyu rela naik bus dari Gemolong menuju rumah temannya itu. Kemudian, keduanya sama-sama berangkat mengendarai sepeda onthel dari rumah Andi menuju Waduk Ketro.

Sampai di Waduk Ketro, mereka mengambil tempat di salah satu tepian waduk. Sembari memancing, kedua anak itu juga sesekali bercanda. Nahas, karena saking asyiknya bercanda, mereka tak sadar jika posisi duduk mereka semakin mepet ke bibir waduk.

Hingga sejurus kemudian, keduanya sama-sama terpeleset dan meluncur bebas ke dalam waduk. Andi yang berbadan lebih gempal dan tak bisa berenang langsung menghilang di telan kedalaman air, sedang Wahyu dengan tenaganya berhasil menepi.

Salah satu saksi mata, Giyono, warga Tegalrejo RT 10, Ketro menuturkan kejadian itu terungkap setelah Wahyu dipergoki berjalan dalam kondisi basah kuyup dan menangis. Setelah tenang, ia baru menceritakan jika baru saja tenggelam dan satu temannya masih di dalam waduk. “Kancaku, Wito (Andi-red) kelelep Pak,” ujar Giyono menirukan ucapan Wahyu yang memang tidak begitu lancar bicara.

Semula, warga sempat kesulitan mencari identitas Andi, karena Wahyu hanya menggelengkan kepala saat ditanya alamat temannya itu. Berkat kesabaran dan penelusuran, akhirnya Wahyu diantar menuju rumah Andi. Mengetahui cerita itu, orangtua Andi langsung syok.

Hingga kemarin petang, proses pencarian jasad Wahyu masih berlangsung. Salah satu koordinator relawan Tagana, Heru Wahyuni mengatakan tim masih menyusuri di sekitar lokasi awal tempat jatuhnya bocah malang tersebut. Kasubbag Humas Polres Sragen, AKP Sri Wahyuni, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Susetio Cahyadi menuturkan masih berusaha melakukan pencarian terhadap Andi.

Wardoyo

BAGIKAN