Dugaan Korupsi Pembangunan Gudang Pangan, Polisi Periksa Fisik Bangunan

Dugaan Korupsi Pembangunan Gudang Pangan, Polisi Periksa Fisik Bangunan

355
ilustrasi
ilustrasi

KARANGANYAR–Pengusutan terhadap kasus dugaan korupsi pembangunan gudang cadangan pangan milik Pemkab Karanganyar senilai Rp 500 juta oleh polisi terus bergulir. Terakhir, polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap fisik bangunan gudang cadangan pangan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Fadli mengatakan hingga saat ini masih melakukan proses pelengkapan sejumlah alat bukti kasus tersebut. Hal tersebut diperlukan untuk menunjang proses penyelidikan yang akan dilakukan ke depannya. “Kami terus menangani penyelidikan kasus tersebut dan tetap jadi prioritas. Proses masih berjalan, namun memang berlangsung agak lama,” ungkap Fadli, Jumat (22/3).

Baca Juga :  Geger Penangkapan Teroris di Karangpandan, Karanganyar. Tersangka Ditangkap Usai Imami Salat di Masjid

Terkait audit proses audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng, hingga kemarin belum juga dilakukan. “Pemeriksaan BPKP masih dalam proses, namun belum dilakukan,” kata Fadli.

Untuk perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi tersebut, Fadli hanya dapat menjanjikan bahwa perkembangan dapat terlihat dua bulan lagi. Pihak kepolisian pun belum dapat menyatakan bahwa proses penyelidikan yang dilakukan selama ini telah mendapatkan kemajuan berarti. “Kami juga masih mengagendakan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah pihak terkait kasus itu,” terang Fadli.

Baca Juga :  Ratusan Tukang Becak dan Ojek Serbu Polres Karanganyar

Menurutnya, pihak-pihak yang akan dimintai keterangan tersebut di antaranya saksi ahli dari pakar bangunan guna menaksir total biaya pembangunan gudang pangan, serta Kepala Kantor Ketahanan  Pangan (KKP) Karanganyar, Liliyani Sulistiyandari, selaku penanggung jawab anggaran. “Pertama nantinya kami akan panggil saksi ahli terlebih dahulu, baru kemudian kepala KKP. Semuanya masih perlu kami mintai keterangan lebih lanjut,” pungkasnya.

Muhammad Ikhsan

BAGIKAN