JOGLOSEMAR.CO Foto Dugaan Video Kekerasan Oleh Densus 88

Dugaan Video Kekerasan Oleh Densus 88

654

26 Anggota Polisi Diperiksa

Dari total 26 polisi yang diperiksa, lebih dari setengahnya akan dituntut pidana karena perbuatannya.

Densus 88
Densus 88

JAKARTA—Polisi terus menyelidiki kasus video berisi dugaan kekerasan yang dilakukan polisi dan Densus 88 terhadap terduga teroris di Poso, Sulteng. Sejauh ini sudah ada 26 anggota polisi yang diperiksa, namun tak ada satu pun dari Densus 88.

“Dari penelusuran dan pemeriksaan pada satuan Densus 88, tidak seorang pun anggota Densus terlibat. Telah diperiksa 26 orang anggota. 16 Orang anggota Brimob, empat orang Samapta, dan enam orang anggota Polres Poso,” kata Komisioner Komis Kepolisian Nasional (Kompolnas), M Nasser, kemarin.

Menurut Nasser, dari total 26 yang diperiksa tersebut, lebih dari setengahnya akan dituntut pidana karena perbuatannya. Kompolnas juga mendesak pimpinan Polri untuk menegakkan HAM dan hukum semua anggotanya, tanpa terkecuali terkait kasus ini. Nasser yakin Polri akan bekerja transparan dalam menuntaskan kasus ini.

“Kompolnas mendesak pimpinan Polri agar menegakkan HAM dengan menegakkan hukum atas anggota Polri yang terlibat kekerasan di mana saja. Bahwa Polri lebih transparan dan terbuka soal apa yang dikerjakan kita dukung dan pantau terus,” ujar Nasser.

Sementara, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan berdasarkan analisa IT Mabes Polri, video yang diserahkan Din Syamsuddin ke Kapolri Jenderal Timur Pradopo tersebut adalah kasus pengungkapan polisi terkait tiga korban mutilasi pelajar SMK di Poso 2005 lalu. Tercatat, video tersebut direkam tanggal 22 Januari 2007.

Sebelum penangkapan dilakukan, jelas Boy, terjadi baku tembak antara aparat Brimob Polda Sulteng dan menelan korban tewas dari kubu aparat bernama Briptu Rony. “Selain itu ada lima polisi yang luka tembak dari kelompok Wiwin,” katanya.

Usai menangkap Wiwin dan enam kelompoknya, aparat menemukan 200 senjata api jenis M16 dan MK3. “Senjata-senjata tersebut diduga dibawa dari Filipina, yang juga pernah terjadi proses perampasan senjata api yang diambil oleh kelompok-kelompok jaringan teror di Maluku, hilang dan ditemukan di sana,” jelas Boy.

Boy tidak menampik bila saat disinggung Wiwin berafiliasi dengan kelompok teror pimpinan Upik Lawanga yang hingga kini buron. “Dia salah satunya kelompok dari Upik Lawanga,” kata Boy. Terkait dengan pelaku teror yang bertelanjang dada yang diduga dianiaya aparat, Boy menjawab, langkah tersebut adalah untuk memastikan para pelaku tidak membawa bahan peledak, senjata api, atau pun senjata tajam. Detik

BAGIKAN