Eksekusi Tanah Warga Ricuh

Eksekusi Tanah Warga Ricuh

413
RICUH - Kuasa hukum termohon, Paulinus Petor (kiri) bersitegang dengan petugas eksekutor dan petugas keamaan saat proses eksekusi di Desa Japanan, Cawas, Senin (25/3). Joglosemar/Angga Purnama
RICUH – Kuasa hukum termohon, Paulinus Petor (kiri) bersitegang dengan petugas eksekutor dan petugas keamaan saat proses eksekusi di Desa Japanan, Cawas, Senin (25/3). Joglosemar/Angga Purnama

KLATEN – Pelaksanaan eksekusi tanah dan rumah milik Bono Sriyanto, warga Dukuh Putorejo RT 4 RW II Desa Japanan Kecamatan Cawas, berlangsung ricuh. Pemilik menghalang-halangi petugas dengan dalih proses hukum masih berlangsung.

Kejadian tersebut bermula, saat petugas eksekutor dari Pengadilan Negeri (PN) Klaten mendatangi rumah Bono pada Senin (25/3). Bersitegang dan adu pendapat antara petugas dan pemilik bangunan pun tak terelakan. Bahkan, keduabelah pihak nyaris terlibat baku hantam. Beruntung petugas pengamanan dari Satsabhara Polres Klaten, Polsek Cawas dan Koramil Cawas berhasil menenangkan keduabelah pihak.

Pelaksanaan eksekusi tersebut dilakukan setelah pihak PN Klaten memenangkan pihak Sinung Anggito, warga Desa Japanan Kecamatan Cawas setelah memenangkan lelang tanah dan bangunan milik Bono Sriyanto. Panitera PN Klaten, Joko Sutrisno, mengatakan tanah dan bangunan milik Bono tersebut telah dijadikan jaminan atas kredit yang diajukan Bono kepada PT Pemodalan Nasional Madani. Lantaran dianggap tidak mampu memenuhi cicilan yang ditetapkan, tanah dan bangunan yang dijadikan jaminan tersebut kemudian dilelang. “Lelang itu dimenangkan oleh Sinung Anggito sebagai pemohon hingga dilakukan eksekusi kepada termohon,” paparnya.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Namun setelah jatuh tempo, pihak termohon enggan menggosongkan bangunan hingga dilakukan eksekusi. Menurutnya, surat peringatan eksekusi berupa pengosongan bangunan telah dilayangkan beberapa kali, tetapi sejauh ini tidak diindahkan oleh pihak termohon. “Eksekusi dilakukan atas pengajuan oleh pihak pemohon. Surat teguran pengosongan sendiri telah diterbitkan pada Januari 2013,” jelasnya.

Sementara itu, kuasa hukum termohon,

Paulinus Petor, mengatakan jatuh tempo hutang tersebut masih berlaku hingga 19 Juni 2013 mendatang. Namun pada tahun 2010, tanah pertanian seluas 1.635 meter persegi tersebut telah dilelangkan oleh pihak PT Permodalan Nasional Madani. Dan pada tahun 2011, unit layanan permodalan tersebut kembali menjual lelang objek jaminan kredit milik kliennya yang berupa tanah pekarangan seluas 520 meter persegi.

Baca Juga :  Tjokro Hotel Klaten, Upacara Sembari Mengenalkan Ikon Lurik Klaten

Lebih lanjut Paulinus mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan penetapan eksekusi pengosongan rumah milik kliennya. Mengingat, derajat penetapan lebih rendah daripada putusan pengadilan negeri yang dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi Semarang.                 Lantaran tidak ditemukan titik temu di antara pihak pemohon dan termohon, eksekusi yang sempat berjalan tersebut ditangguhkan. Pihak PN Klaten berencana mempertemukan keduabelah pihak untuk memfasilitasi kepentingan kedua pihak. Angga Purnama

BAGIKAN