JOGLOSEMAR.CO Daerah Sukoharjo Elpiji 3 Kilogram Rawan Disedot

Elpiji 3 Kilogram Rawan Disedot

230
BAGIKAN

Hal ini sehubungan dengan adanya rencana kenaikan harga Elpiji nonsubsidi oleh pemerintah.

Ilustrasi/Joglosemar/Sri Nugroho
Ilustrasi/Joglosemar/Sri Nugroho

SUKOHARJO- Dinas Perindustrian dan Perdagaangan (Disperindag) mengkhawatirkan adanya penyedotan gas Elpiji ukuran tiga kilogram ke dalam tabung berukuran 12 kilogram. Hal ini sehubungan dengan adanya rencana kenaikan harga Elpiji nonsubsidi oleh pemerintah.

Kepala Disperindag Sukoharjo, Sriyono mengaku pihaknya bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Swasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) akan melakukan pengawasan mengenai hal itu. Namun, pihaknya tetap saja khawatir ada oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan kesempatan itu untuk mengeruk keuntungan.

“Sangat dimungkinkan adanya praktik-praktik yang menyalahi aturan. Dengan memborong elpiji tiga kilogram, oknum menyedot isinya untuk mengisi Elpiji tabung 12 kilogram. Ini kan berbahaya,” kata Sriyono, Minggu (3/3).

Kendati demikian, pihaknya berupaya untuk meminimalisir aksi oknum tidak bertanggung jawab tersebut. Pihaknya juga menjamin tidak akan ada kelangkaan Elpiji tiga kilogram di pasaran pasca-kenaikan harga Elpiji nonsubsidi berukuran mulai dari 12 kilogram. “Elpiji tiga kilogram itu kan  milik masyarakat kecil. Kalau sampai tidak ada di lapangan, pasti akan menimbulkan gejolak dan masalah. Jadi, jangan sampai langka,” ujar dia.

Dirinya menyebutkan, pasokan dari Hiswana Migas untuk Sukoharjo mencapai 19.105 tabung/ hari. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan pasokan sebelum Lebaran 2012 yang mencapai angka 16.294 tabung/ hari. Dengan jumlah sebanyak itu, imbuhnya, Sukoharjo belum akan mengajukan tambahan kuota Elpiji kepada Hiswana Migas.

Di sisi lain, pihaknya menyayangkan langkah pemerintah pusat yang berencana menaikkan harga Elpiji nonsubsidi. Padahal, hingga saat ini kartu kendali yang nantinya akan menjadi filter bagi masyarakat dalam membeli Elpiji belum selesai dibuat. Dengan kartu itu, Sriyono meyakini praktik-praktik penyalahgunaan Elpiji bersubsidi bisa diminimalisir.

Sementara itu, salah satu penjual Elpiji ceran di Sukoharjo, Sri mengaku belum mengetahui rencana kenaikan harga tersebut. Agen yang datang ke tokonya tidak memberitahukan wacana tersebut. Alhasil, hingga saat ini dirinya masih menjual gas Elpiji non subdisi dengan harga yang sama, yakni Rp 75.000 untuk ukuran 12 kilogram. “Saya masih menggunakan harga yang sama. Wong belum ada pemberitahuan dari agen,” ujar dia.

Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan harga elpiji non subsidi sebesar Rp 1.500/ kilogram mulai 1 Maret 2013. Namun, hingga 3 Maret, hal itu belum terealisir.

Murniati