Enam Capster Salon Plus Ditangkap

Enam Capster Salon Plus Ditangkap

1174
SALON ESEK ESEK-Sebanyak enam wanita karyawan Salon Sweat di jalan Hasanudin, Purwosari, Laweyan menutupi wajahnya seusai dimintai keterangan jajaran Polsek Laweyan lantaran menyediakan jasa layanan seks, Kamis (28/2). Joglosemar/Yuhan Perdana
SALON ESEK ESEK-Sebanyak enam wanita karyawan Salon Sweat di jalan Hasanudin, Purwosari, Laweyan menutupi wajahnya seusai dimintai keterangan jajaran Polsek Laweyan lantaran menyediakan jasa layanan seks, Kamis (28/2). Joglosemar/Yuhan Perdana

SOLO—Enam pegawai salon (capster) di Salon Sweet yang beralamat di Jalan Hasanuddin, Badran, Laweyan, Solo digaruk jajaran kepolisian. Pasalnya, selain berprofesi sebagai capster, mereka diduga juga menjual jasa esek-esek (prostitusi) dan tindak trafficking (perdagangan manusia).

Keenam tersangka di salon plus yang digaruk tersebut yakni YA (39) warga Purwosari, Laweyan, Solo, IR (33) warga Giripurwo, Wonogiri, HER (30) warga Luwang, Gatak, Sukoharjo, HE (24) warga Kadipiro, Banjarsari, Solo, THE (20) warga Caringan, Bogor, Jawa Barat, dan AR (19) warga Gedongan, Colomadu, Karanganyar. YA sendiri diketahui sebagai pemilik dari salon tersebut.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, penggerebekan salon plus tersebut dilakukan jajaran Polsek Laweyan pada Selasa (26/2) lalu sekitar pukul 13.00 WIB. Penggerebekan dilakukan setelah mendapat laporan dari warga sekitar terkait aktivitas yang cukup meresahkan dari salon tersebut.

Baca Juga :  SRITEX TUMBUH MENDUNIA : Tingkatkan Kapasitas Produksi, Ciptakan Produk Baru

“Selain mengamankan enam perempuan tersebut, kami juga mengamankan barang bukti berupa puluhan alat kontrasepsi jenis kondom yang diduga kuat digunakan untuk praktik prostitusi,” terang Kapolsek Laweyan, Kompol Yuswanto Ardi, Kamis (28/2).

Yuswanto menerangkan, keenam perempuan tersebut langsung dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Surakarta untuk disidang. Dalam persidangan yang sudah digelar Kamis (28/2), mereka dijatuhi sanksi satu bulan penjara dengan masa percobaan tiga bulan sesuai dengan Perda No 4 Tahun 2002 pasal 31 jo pasal 4 tentang penanggulangan eksploitasi seksual komersial. “Tindakan mereka jelas melawan hukum dan Perda yang berlaku, sehingga kami akan giatkan operasi seperti ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Obsesi Pemkot Sulap Stadion Manahan Jadi Miniatur Gelora Bung Karno

Sementara itu, keenam tersangka tersebut enggan berkomentar saat dikonfirmasi para pemburu berita. Mereka memilih menghindar dan menutup mukanya agar tidak dikenali. Namun dari keterangan yang berhasil dikumpulkan, mereka memasang tarif mulai Rp 300.000 hingga Rp 500.000 untuk sekali servis.

“Rata-rata dari mereka bukanlah capster asli, karena ada beberapa yang tidak bisa memotong rambut,” ujar Kasie Humas Polsek Laweyan, Ipda Sri Hartanti mewakili Kapolsek Kompol Yuswanto Ardi. Rudi Hartono

BAGIKAN