JOGLOSEMAR.CO Selonjor Sik Lha dalah Gara-gara Nadar

Gara-gara Nadar

492
BAGIKAN

GARA2 NADARBeberapa tahun lalu, Jim Belong, teman karib Dul Kenthut, maju menjadi calon kepala desa. Sebagai teman yang masih sering bersilaturahmi, Dul Kenthut tentu mendukung sepenuhnya langkah Jim Belong tersebut. Meski mereka tinggal cukup berjauhan, tetapi hampir seminggu sekali mereka bertemu. Mereka kebetulan masih tinggal di satu kabupaten, tapi beda kecamatan.

Saat hari pelaksanaan pemilihan kepala desa, Dul Kenthut pamit kepada istrinya untuk melihat suasana pemilihan sekaligus mendukung Jim Belong secara moril. Yu Cebret, istri Dul Kenthut, hooh hooh saja. Apalagi ia juga kenal baik dengan Jim Belong.

“Kalau nanti temanmu terpilih jadi Kades, aku dibawakan oleh-oleh lho, Pak,” pesan Yu Cebret.

“Beres, Bu,” sahut Dul Kenthut, kemudian bergegas berangkat.

Setelah diadakan pemilihan, Jim Belong benar-benar terpilih menjadi kepala desa. Dul Kenthut dan beberapa teman lama yang mengikuti proses pemilihan dari awal sampai akhir, menyambut gembira kemenangan temannya tersebut. Mereka ikut bersuka cita di rumah Jim Belong.

Selain ikut mendukung secara moril, Dul Kenthut dan kawan-kawan lamanya ternyata juga memiliki nadar. Mereka akan memangkas habis rambut mereka kalau Jim Belong terpilih. Malam itu, mereka pun langsung melaksanakan nadar tersebut. Setelah puas makan dan minum serta bercengkerama dengan keluarga Jim Belong, Dul Kenthut dan kawan-kawannya pulang ke rumah. Mereka juga dibekali oleh-oleh berbagai makanan sebagai tanda syukur.

Sampai di rumah, Dul Kenthut segera memasukkan motor ke garasi. Ia kemudian memeriksa seluruh jendela dan pintu tanpa menghidupkan lampu. Ia tak mau istri dan anaknya terbangun gara-gara lampu. Saat sedang mengendap-endap dalam gelap itulah, ia mendengar teriakan kaget dari kamar istrinya. Ia pun buru-buru menghidupkan lampu.

“Oalah… kamu ta, Pak! Ngapain pakai gundul-gundulan segala? Tak kira tuyul!” sungut istrinya begitu lampu menyala. Dul Kenthut hanya prengas-prenges.