JOGLOSEMAR.CO Pendidikan Pendidikan Guru Masih Gamang Kurikulum 2013

Guru Masih Gamang Kurikulum 2013

490
BAGIKAN
LATIHAN UJIAN-Siswa-siswi SMA N 4 Surakarta saat mengerjakan soal pada Latihan Ujian yang diselenggarakan sekolah tersebut, Senin (18/2). Sejumlah sekolah di wilayah Surakarta menyelenggarakan latihan ujian untuk mempersiapkan siswa-siswinya jelang menghadapi Ujian Nasional. Joglosemar/Yuhan Perdana
LATIHAN UJIAN-Siswa-siswi SMA N 4 Surakarta saat mengerjakan soal pada Latihan Ujian yang diselenggarakan di sekolah tersebut beberapa waktu lalu. Joglosemar/Yuhan Perdana

SOLO – Meski kritik terhadap kurikulum 2013 masih gencar disuarakan, namun sosialisasi kurikulum baru tersebut juga terus dilakukan. Beberapa hari lalu, guru-guru di wilayah Surakarta diundang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) untuk menerima sosialisasi kurikulum baru tersebut.

Guru-guru yang mewakili kegiatan sosialisasi tersebut terdiri dari guru SMKN 3 Solo, SMKN 4, SMKN 5, dan SMKN 7 Solo. Sedangkan untuk tingkat SMA, diwakili oleh guru SMAN 1 Solo, SMAN 4, SMA Batik 1  dan SMA LB serta YPS LB C PBMSK Solo.

“Tapi sosialisasi tersebut belum masuk ke wilayah isi. Kami juga bingung karena belum tahu akan seperti apa kurikulum baru itu nanti arahnya,”  ujar salah satu peserta, Harminingsih kepada Joglosemar, Kamis (21/3).

Menurut Harminingsih, yang juga Waka Kurikulum SMAN 1 Surakarta itu, sebenarnya acara sosialisasi tersebut fokusnya pada paradigma mengajar guru dan belajar siswa. Apapun kurikulumnya, jelas Harminingsih, intinya pendidikan harus maju. Dan konsekuensinya, kualitas guru harus tetap ditingkatkan.

“Acara yang berlangsung selama tiga hari kemarin itu baru sebatas review KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Sedangkan kurikulum barunya hanya sebatas pengandaian jika kurikulum baru itu diterapkan akan seperti apa jadinya. Nanti untuk waktu pelatihannya akan diinformasikan oleh Pak Menteri sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Surakarta, Budi Setiono mengatakan, kurikulum baru 2013 di tingkat pendidikan menengah  sudah menunjukkan progres yang cukup melegakan. Meskipun, hal itu harus dibarengi dengan pertanyaan dan kebingungan karena belum adanya kejelasan arahan kurikulum baru itu nanti akan ke mana.

Menurut Budi, kurikulum 2013 tersebut memiliki peran penting  untuk menyiapkan generasi emas setelah 100 tahun Indonesia merdeka. Dan diprediksi, pada tahun 2014 – 2020 Indonesia akan mengalami keadaan di mana jumlah penduduk usia produktif cukup tinggi.

“Karena itu, perubahan kurikulum itu nanti diharapkan bakal membawa menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan itu hal pasti dan kita harus menyiapkan dan memacunya agar ketika perubahan datang kita sudah siap,” ungkapnya. *** Ahmad Yasin Abdullah