Hadiri Acara Nikah, Ratusan Warga Keracunan

Hadiri Acara Nikah, Ratusan Warga Keracunan

435
DIRAWAT-Samadi (51) korban keracunan hidangan hajatan di daerah Ngringo saat mendapatkan perawatan di RS. Majasanga 2, Jaten, Karanganyar, Selasa (5/3). Joglosemar/Yuhan Perdana
DIRAWAT-Samadi (51) korban keracunan hidangan hajatan di daerah Ngringo saat mendapatkan perawatan di RS. Majasanga 2, Jaten, Karanganyar, Selasa (5/3). Joglosemar/Yuhan Perdana

KARANGANYAR—Sedikitnya 100 warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar beserta Kades Ngringo, Sardiman mengalami keracunan makanan usai menghadiri acara pernikahan keluarga Sukardi, warga Ngringo Indah, Desa Ngringo, Jaten pada Senin (4/3) malam di Balai Desa Ngringo. Mereka mengalami muntah-muntah dan kepala pusing usai menghadiri acara hajatan tersebut.

Informasi yang berhasil dikumpulkan,  ratusan warga yang mengalami keracunan tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit oleh keluarga masing-masing. Mereka mulai merasakan muntah dan kepala pusing pada Selasa (5/3) dini hari. Hingga kemarin ada beberapa warga yang masih dirawat di rumah sakit. Sebagian yang lain sudah diizinkan pulang karena kondisinya sudah membaik.

Namun jumlah korban dimungkinkan bertambah, mengingat warga yang datang dalam acara hajatan tersebut lebih dari 100 orang. “Pagi ini (kemarin) yang terdata baru sekitar 100 warga yang keracunan makanan, kemungkinan bisa bertambah hingga dua kali lipat,” ujar Camat Jaten, Titik Umarni saat mengunjungi korban di RS Mojosongo 2, Ngringo, Jaten, Selasa (5/3).

Baca Juga :  Enam Panitia Diksar Maut UII Terancam Hukuman Penjara 12 Tahun

Atas kejadian tersebut, Titik mengaku sudah mengambil sampel makanan yang diduga meracuni ratusan warganya tersebut. Sampel makanan yang berupa nasi, lauk seperti rendang, daging ayam dan acar yang disajikan saat hajatan telah diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Sampel makanan semua telah diserahkan ke Dinkes Karanganyar. Ini untuk memastikan apakah benar makanan tersebut yang menyebabkan warga keracunan,” jelas Titik. Dalam pesta pernikahan tersebut, diketahui penyelenggara acara menyediakan makanan yang dipesan dari Parimas Catering yang beralamat di Mangkubumen, Solo.

Titi mengimbau agar seluruh warga Ngringo yang mengalami keracunan agar segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. Untuk warga yang kurang mampu diharapkan untuk dapat memeriksakan diri ke rumah sakit milik pemerintah. “Yang terpenting semua periksakan diri dulu. Jangan sampai ada yang terlambat sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah,” jelasnya.

Baca Juga :  Sudirman Said Mulai Dekati Masyarakat Solo, Ada Apa Ya ?

Salah satu warga Desa Ngringo, Ny Joko (50) mengaku sempat mencium bau tidak sedap saat hidangan mulai disajikan di acara pernikahan. Mengetahui hal itu, ia memutuskan tidak memakan hidangan tersebut sehingga dirinya terhindar dari keracunan. “Makanannya sudah bau seperti basi,” katanya saat menunggui anaknya, Usi (26), yang juga menjadi korban keracunan tersebut di RS Mojosongo 2.

Sementara itu, dokter jaga di RS Mojosongo 2, Iwing Dwi Purwandi mengatakan hingga kemarin pagi tercatat sekitar 46 kepala keluarga (KK) telah memeriksakan diri. Pada tiap kepala keluarga terdapat dua hingga tiga orang yang mengalami keracunan. “Untuk yang rawat inap sebanyak empat orang. Sisanya rawat jalan,” jelasnya. Selain di RS Mojosongo 2, sejumlah warga yang mengalami keracunan juga dilarikan ke RS dr Oen Kandang Sapi, Solo. Muhammad Ikhsan

BAGIKAN