JOGLOSEMAR.CO Foto Harga Bawang Turun, Pembeli Masih Enggan

Harga Bawang Turun, Pembeli Masih Enggan

277
BAGIKAN

200313-MUR-SUKOHARJO-BAWANGSUKOHARJO- Meski harga bawang merah dan putih mulai turun, para pembeli masih enggan membeli dalam jumlah banyak. Alhasil, omzet pedagang pun masih rendah dibandingkan sebelum kenaikan harga.

Salah seorang pedagang bumbu di pasar darurat Ir Soekarno, Suratmi mengatakan, bawang merah dijual dengan harga Rp 35.000/ kilogram. Sementara itu, bawang putih harganya lebih tinggi, yakni Rp 40.000/ kilogram.

Harga ini jauh menurun dibandingkan beberapa hari lalu. Di mana, bawang putih dibanderol hingga Rp 80.000/ kilogram. Hal itu tentu saja, membuat daya beli masyarakat juga menurun drastis. Jika semula masyarakat membeli dalam jumlah kilogram, saat ini beralih pada satuan ons. “Harga sudah turun. Masyarakat biasanya membeli Rp 5.000 atau satu ons. Padahal, saat ini banyak orang yang memiliki kerja, tapi omzet saya tidak mengalami peningkatan. Mereka lebih suka membeli dalam satuan kecil,” kata Suratmi, Selasa (19/3).

Selama sebulan ini, lanjut dia, pasokan bawang putih dari Pasar Legi Solo juga dikurangi. Hal ini disesuaikan dengan permintaan pasar. Menurutnya, sebelumnya ia membeli bawang putih untuk stok tiga hingga empat hari sebanyak 40 kilogram. Pasca-kenaikan harga itu, Suratmi hanya membeli 10 kilogram untuk tiga hingga empat hari.

Lantaran makin terjepit, sejumlah pedagang bawang putih menggelar aksi. Mereka mengekspresikan kegalauannya dengan menuliskan harapan dan aspirasinya di atas kertas dan dibentangkan dalam kiosnya masing-masing.

Pedagang lainnya, Ny Sabar mengaku pasrah dengan tingginya harga bawang, terutama bawang putih. Pihaknya pun mengantisipasi dengan membeli stok bumbu masak itu sedikit demi sedikit. “Saya kulakan sedikit saja, daripada tidak laku. Warga juga membeli sedikit, tidak lagi dalam jumlah kilogram,” kata Sabar di losnya.

Murniati