JOGLOSEMAR.CO Daerah Sragen Hari Ini Bupati Penuhi Panggilan Kejati

Hari Ini Bupati Penuhi Panggilan Kejati

591
BAGIKAN

Bupati: Saya Hanya Ingin Norma Ditegakkan

Bupati Agus dipanggil Kejati Jateng sebagai saksi dalam kasus korupsi kas daerah (Kasda) yang terjadi di masa pemerintahan Bupati Untung Wiyono.

Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman
Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman

SRAGEN—Bupati Sragen, Agus Fatchur Rahman mengaku sudah siap memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng hari ini, Senin (11/3). Ia mengaku sama sekali tidak takut dan berharap negara ini benar-benar ditegakkan sesuai normanya.

Pernyataan itu disampaikan Bupati saat menghadiri peringatan Milad ke-5 Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Babussalam di Nglombo, Tenggak, Sidoharjo, Sragen, Minggu (10/3). Dalam pernyataan singkatnya, orang nomor satu di jajaran Pemkab Sragen itu mengutarakan bahwa dirinya hari ini akan dipanggil ke Kejati. Pemanggilannya dalam kapasitas sebagai saksi dalam kasus lanjutan dugaan korupsi Kasda Sragen yang terjadi semasa pemerintahan Bupati Untung Wiyono.

“Senin besok (hari ini) saya akan dipanggil jadi saksi di Kejati. Saya tidak takut dan saya sudah siap. Saya memang berharap negara iki dijejekne sesuai normane,” ujarnya.

Sayangnya, saat ditanya lebih lanjut perihal esensi pemanggilannya, Bupati enggan memberikan pernyataan. Ia hanya menyebut bahwa dirinya dipanggil oleh Kejati dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Pernyataan Bupati tersebut seakan menyambung penyampaian dari Humas Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni yang mengatakan pengusutan kasus korupsi yang sudah membui tiga mantan pejabat teras, eks Bupati Untung Wiyono, Koeshardjono, dan Srie Wahyuni itu memang masih terus dilakukan. Beberapa nama sudah beberapa kali diperiksa di Kejati untuk dimintai keterangan.

“Untuk kasus korupsi Sragen, masih dilakukan pemanggilan (saksi-saksi). Kalau kemarin-kemarin ada beberapa nama yang sudah kami panggil,” ujarnya dihubungi tiga hari lalu.

Hanya saja saat ditanya siapa nama-nama pejabat itu, Eko enggan membeberkan. Ia mengaku tidak hafal nama-nama yang diperiksa. Termasuk pada hari Rabu (6/3), menurutnya, juga banyak yang dipanggil dan dimintai keterangan. “Saya tidak hafal nama-namanya,” terangnya.

Sementara untuk pemanggilan terhadap mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Adi Dwijantoro, Eko juga mengaku tidak hafal jadwalnya. Ia hanya menyebut yang bersangkutan sudah beberapa kali dimintai keterangan sejak kasus tersebut naik dari penyelidikan menjadi penyidikan dengan Adi ditetapkan sebagai tersangka. Wardoyo