Hari Ini, Jenazah Korban Penembakan Dipulangkan

Hari Ini, Jenazah Korban Penembakan Dipulangkan

377

Asrama Dikosongkan, Mahasiswa NTT Pilih Pulang Kampung

Insiden penembakan penghuni Lapas Cebongan, Sleman kini merembet pada ketakutan warga NTT yang bermukim di Jogja. Kota yang terkenal kenyamanan ini memberikan duka dan ketakutan bagi mereka.

Jogja Anti Kekerasan. (ant)
Jogja Anti Kekerasan. (ant)

”Saya sudah ada di Bali, demi keamanan nanti pukul 12.00 saya berangkat ke Flores. Tadi malam pukul 20.50 ada 10 orang mahasiswa NTT bersama saya yang pulang menggunakan Lion Air”.

Ucapan tersebut dituturkan saudara sepupu korban penembakan Adrianus Candra Galaja (Dedi), Piter J Dega.  Piter hanyalah salah satu dari warga NTT yang memilih meninggalkan kota Jogja. Pasca  insiden terbunuhnya anggota TNI AD dari Kesatuan Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura Sersan Satu Santoso di Hugo’s Cafe, Maguwoharjo, Sleman, Selasa (19/3) lalu warga NTT yang bermukim di Jogja memang diselimuti ketakutan.

Bahkan asrama Mahasiswa Nusa Tenggara Timur di Yogyakarta dikosongkan sejak selasa 19 Maret lalu. “Asrama sudah kosong sejak Selasa atau enam hari yang lalu,” kata Ketua RT 53 Tegal Panggung, Danurejan, Kota Yogyakarta, Budiono, Minggu (24/3) dilansir ROL.

Ia mengatakan mahasiswa yang tinggal di asrama dikenal ramah dengan masyarakat dan tidak pernah membuat masalah atau keributan. “Sejak dibangun asrama di wilayah kami, tidak ada keributan atau mereka masalah. Mereka dekat dengan masyarakat sekitar asrama,” ucapnya.

Baca Juga :  Sudirman Said Mulai Dekati Masyarakat Solo, Ada Apa Ya ?

Banyaknya mahasiswa NTT yang akan pulang ke NTT karena ketakutan juga diakui pengurus LSM yang juga berasal dari NTT, Eibenezer Alexander Pohhanni. Para mahasiswi yang tinggal di asrama seperti Syantikara bergabung di asrama susteran karena ketakutan. ”Hari ini beberapa mahasiswa dari NTT yang mau berangkat ke NTT melalui Surabaya. Ada juga yang ke Solo ke rumah saudaranya sampai suasana kondusif kembali,” tuturnya.

Lantaran menjadikan ketakutan tersendiri, aksi simpatik untuk meredakan ketegangan suasana di Jogja, beberapa elemen di Jogja menggelar aksi simpatik. Masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Antikekerasan Yogyakarta menggelar aksi damai menolak kekerasan di Tugu Yogyakarta, Minggu (24/3) malam. Aksi ini dilakukan dengan menyalakan lilin dan menenteng poster menolak kekerasan serta berharap Yogyakarta damai. Aksi ini diberi nama Nyalakan Lilin, Padamkan Kekerasan.

“Jika keamanan untuk rakyat gagal, maka negara ini gagal dan belum serius memberikan perlindungan bagi masyarakatnya,” jelasa Winata, dari Independen Legal Aid Institute yang bergabung dalam aksi.

Baca Juga :  Kedok Bandar Pil Koplo Asal Sragen Ini Terbongkar Gara-gara Kecelakaan di Jalan Raya Sukowati

Aksi penembakan warga sipil ini juga mengundang simpatik di Bundaran HI, Jakarta. Aksi 1.000 Lilin yang dilakukan oleh ratusan orang yang merupakan bagian masyarakat asal Nusa Tenggara Timur mengutuk pembantaian empat orang tahanan di Lapas Cebongan.

Sementara perihal pemulangan jenazah korban penembakan Lapas Cebongan bakal diterbangkan pada hari ini, Senin (25/3). Pihak perwakilan Pemprov NTT telah menerima keempat jenazah korban penembakan di Lapas Cebongan dari pihak Polda DIY, Minggu (24/3). Keempat jenazah langsung diberangkatkan dari instalasi forensik RSUP Dr Sardjito ke Bandara.

“Semua jenazah diangkut menggunakan pesawat Lion Air, dengan dua penerbangan. Penerbangan pagi akan diberangkatkan pukul 06.50 dan siang pada pukul 09.00 dari Bandara Adisutjipto. Kami sudah pastikan semua jenazah akan diterbangkan besok, tapi dengan dua penerbangan, karena dari pihak Lion terkendala dengan bagasi, jadi satu penerbangan dua jenazah,” terang Berto Lolan, Kepala perwakilan Pemprov NTT, Minggu (24/3) sore. Detik | Okezone | Antara | Cisilia Perwita S

BAGIKAN