Hari Ini, Pradja Dieksekusi Paksa

Hari Ini, Pradja Dieksekusi Paksa

321

 “Kejari tidak akan memberikan toleransi lagi dengan mengulur-ulur waktu eksekusi terhadap terpidana Pradja Suminta,” kata Kasie Pidsus Kejari Surakarta, Erfan Suprapto.

SOLO—Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta akan mengeksekusi paksa terpidana korupsi buku ajar 2003, Pradja Suminta, hari ini Kamis (28/3). Tindakan itu dilakukan karena panggilan eksekusi yang dilayangkan hingga tiga kali tidak digubris oleh mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo tersebut.

Menurut Kasie Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surakarta, Erfan Suprapto mewakili Kajari Yuyu Ayomsari, eksekusi paksa dilakukan juga berdasarkan musyawarah di internal Kejari. “Sesuai dengan musyawarah dan perintah atasan, besok (hari ini) kita akan melakukan eksekusi,” ungkap Erfan, Rabu (27/3).

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

Terkait waktu pelaksanaan eksekusi, Erfan tidak merinci secara pasti. Ia hanya menyebut eksekusi akan dilakukan pada jam kerja. Secara tegas ia juga mengungkapkan, Kejari tidak akan memberikan toleransi lagi dengan mengulur-ulur waktu eksekusi. “Kalau besok (hari ini) tidak menyerahkan diri, kami akan jemput paksa di rumah terpidana,” tegasnya.

Sesuai jadwal, hari ini Pradja juga akan kembali mengikuti sidang Peninjauan Kembali (PK) kedua di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta. Di sidang itu, pihak Pradja akan menghadirkan satu saksi lagi yang akan menjelaskan bukti baru (novum) yang sudah diajukan pada sidang PK sebelumnya.

Baca Juga :  Baru Bebas Empat Bulan, Warga Nusukan Kembali Ditangkap Karena Simpan Sabu di Indekos

Sementara itu, kuasa hukum Pradja, Muhammad Taufiq, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu menyebutkan, kliennya siap memenuhi panggilan eksekusi hari ini. Namun, terlebih dahulu pihaknya akan mengajukan saksi serta bukti-bukti baru di sidang PK kedua. “Nanti kita lihat saja, yang jelas Pradja akan patuh terhadap hukum dan akan memenuhi proses eksekusi seusai sidang PK,” terang Taufiq.

Seperti diketahui, Pradja divonis empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta oleh Mahkamah Agung (MA) dalam kasus pengadaan buku ajar 2003 Kota Solo. Akibat perbuatan itu, negara dirugikan mencapai Rp 3,7 miliar.

Rudi Hartono

BAGIKAN